Pembuatan Boundary HGU PT. Agricinal, Berpotensi Konflik

oleh -423 Dilihat
oleh

Bengkulu Utara HR– Kemarin sore sekitar pukul 15.Wib. 30 Oktober 2024 Satu unit Alat berat jenis Eksavator tiba di Pos pengaman Satpam 1 (satu) PT. Agricinal yang diturunkan untuk pengerjaan 741 meter Boundary atau biasa disebut dengan garis pemisah/batas HGU PT. Agricinal dengan lahan warga dan Non HGU, tinggi potensi konflik.

Namun ada keterlambatan alat berat jenis Eksavator itu tiba di lokasi, yang mestinya hadir pada hari Senin 28 Oktober 2024. Teronton angkutan Alat berat mengalami kerusakan serius di Air bikuk, sehingga pihak kontraktor terpaksa mendatangkan Alat berat lain dari daerah sekitaran kecamatan putri Hijau itu sendiri.

“Mestinya alat berat itu tiba dilokasi PT. Agricinal hari Senin 28 Oktober 2024, namun karena ada kendala angkutan, teronton alat berat itu mengalami kerusakan serius, sehingga pihak kontraktor terpaksa mendatangkan Alat berat lain, dari sekitar wilayah kecamatan putri Hijau ini” Ungkap Humas PT. Agricinal Roswan Ependi melalui Via telepon WhatsApp (31/10/2024)

Potensi konflik, PT. Agricinal sudah mengeluarkan Surat perintah kerja (SPK) kontraktor yang akan mengerjakan pembuatan Boundary/pembatas HGU tersebut, Namun banyak masyarakat menyarankan, harus ada kehadiran pihak-pihak yang berwenang menentukan titik-titik pekerjaan Boundary/pembatas HGU terlebih dahulu, karena lokasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Air Senabah sudah banyak dikapling Warga.

“Kalau bisa tidak usah diberitakan dulu, karena apa yang saya sampaikan ini sering dipelintir kan oleh masyarakat, seperti hari Senin tanggal 28 Oktober itu, Saya dibilang pembohong. Mereka tidak tahu kalau teronton alat berat itu rusak di Air bikuk” jelasnya

“Pekerjaan itu juga belum tentu mulai dikerjakan hari ini, karena banyak saran untuk menghadirkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan beberapa unsur lainnya untuk menentukan titik-titik lokasi yang akan dikerjakan, sedangkan untuk pengerjaan tahap satu ini hanya 741 meter panjang” Papar Humas Roswan Ependi.

Pantauan Awak Media, Diprediksi pada saat pembuatan Bondry / Siring warga Desa Pasar Sebelat akan mendatangi lokasi DAS Senabah dan ada potensi terjadinya konflik warga terkait batas HGU dan Daerah Aliran Sungai, karena di lapangan lokasi DAS diduga sudah di kapling – kapling warga.

Editor : R01