Kapolri Suyudi: Ukuran Keberhasilan Polisi Bukan Sekadar Angka, Tapi Rasa Aman Rakyat

oleh -172 Dilihat
oleh

JAKARTA, HR — Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto resmi menjadi Kapolri setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Dalam visi kepemimpinannya, Suyudi menekankan bahwa keberhasilan Polri tidak cukup hanya dilihat dari angka statistik, jumlah operasi maupun banyaknya perkara yang ditangani.

Menurut Suyudi, ukuran yang lebih penting adalah apa yang benar-benar dirasakan masyarakat ketika berhadapan dengan polisi.

Ia menginginkan masyarakat merasa lebih aman, lebih mudah membuat laporan, mendapatkan pertolongan dengan cepat, memperoleh kepastian dalam penanganan perkara, serta mendapatkan perlindungan ketika menjadi korban kejahatan.

“Saya ingin keberhasilan Polri kelak dinilai bukan dari banyaknya slogan, aplikasi, operasi, rapat, atau publikasi. Tetapi dari hal yang benar-benar dirasakan: masyarakat lebih aman, laporan lebih mudah diterima, pertolongan datang lebih cepat, perkara lebih pasti, korban terlindungi, hukum diterapkan adil…” ujar Suyudi.

Anak Melihat Polisi Harus Merasa Aman

Salah satu pernyataan Suyudi yang mendapat perhatian adalah cita-citanya agar anak-anak tidak memandang polisi sebagai sosok yang menakutkan.

“Cita-cita saya sederhana. Ketika seorang anak melihat polisi, ia merasa aman, bukan takut. Ketika korban datang ke kantor polisi, ia menemukan pertolongan, bukan kerumitan.”

Pesan tersebut menggambarkan orientasi yang ingin dibangun Suyudi, yakni polisi yang hadir sebagai pelindung dan pelayan masyarakat.

Ia juga menegaskan bahwa ketika masyarakat menyampaikan kritik, polisi harus mampu mendengarkan tanpa kehilangan kewibawaan. Sementara ketika kejahatan mengancam, polisi harus berada di garis depan dengan keberanian dan profesionalisme.

“Polisi Bersama Masyarakat”

Dalam uji kepatutan dan kelayakan di DPR, Suyudi membawa visi “Polri Bersama Masyarakat” sebagai doktrin kepemimpinan dan arah transformasi Polri.

Konsep tersebut menempatkan masyarakat sebagai pusat orientasi tugas kepolisian, dengan penekanan pada perlindungan, pelayanan, penegakan hukum yang adil, keterbukaan terhadap pengawasan serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.

Usai dilantik, Suyudi juga menyatakan akan melakukan konsolidasi internal dan mengevaluasi program kepemimpinan sebelumnya. Program yang dinilai masih baik akan dilanjutkan, sedangkan hal-hal yang membutuhkan pembenahan akan diperbaiki.

Puncak Tanggung Jawab

Bagi Suyudi, jabatan Kapolri bukan sekadar posisi tertinggi dalam jenjang karier kepolisian.

“Bagi saya, jabatan Kapolri bukanlah puncak karier. Jabatan Kapolri adalah puncak tanggung jawab,” tegasnya.

Kini, visi tersebut berada di bawah kepemimpinannya sebagai Kapolri. Bagi masyarakat, ukurannya pada akhirnya bukan hanya apa yang disampaikan di ruang sidang atau konferensi pers, tetapi bagaimana pelayanan kepolisian dirasakan ketika warga datang membawa laporan, meminta perlindungan atau mencari keadilan.

Polisi hadir, rakyat merasa aman—itulah ukuran yang ingin ditekankan Kapolri Suyudi. (R01)