Bengkulu Utara – Dugaan praktik jual beli jabatan kembali menguap di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Utara. Proses mutasi dan rotasi ASN diduga diwarnai permainan senyap setelah muncul informasi adanya nama-nama pejabat yang “diselipkan” dalam daftar mutasi.
Sumber internal terpercaya menyebutkan, penyusunan daftar mutasi diduga tidak sepenuhnya melalui jalur struktural resmi dan diyakini tidak diketahui oleh Bupati. Pola ini memperkuat dugaan adanya kepentingan tersembunyi di balik mutasi jabatan.
Dugaan tersebut semakin menguat seiring belum diumumkannya hasil seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) hingga saat ini, meski seluruh tahapan seleksi disebut telah dilalui. Kondisi ini memicu tanda tanya publik terkait transparansi dan integritas proses pengisian jabatan strategis di lingkungan Pemda Bengkulu Utara.
Hingga berita ini diturunkan, BKPSDM Bengkulu Utara belum memberikan klarifikasi resmi, namun awak media terus berusaha meminta klarifikasi jawaban dari instansi terkait BKPSDM, Publik mendesak audit menyeluruh serta keterlibatan APIP dan APH untuk mengusut dugaan jual beli jabatan yang diduga berkelindan dengan proses mutasi dan seleksi JPT tersebut.





