Bengkulu Utara Kirim Rp150 Juta ke Solok, Solidaritas Serumpun Ditegaskan di Tengah Bencana

oleh -262 Dilihat
oleh

Solok, Sumatera Barat — Di tengah luka akibat banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Solok, solidaritas lintas provinsi datang nyata dari Bengkulu Utara. Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, SE, M.AP, menyerahkan donasi tunai Rp150 juta beserta bantuan sembako kepada masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Solok, Sabtu (27/12/2025).

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Bupati Arie di sela kehadirannya pada kegiatan Adventure Trail “Solok Bersinar”, menegaskan bahwa agenda seremonial tidak menghalangi aksi kemanusiaan. Didampingi jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara, bantuan diserahkan secara simbolis sebagai wujud kepedulian nyata, bukan sekadar retorika.

Dalam pernyataannya, Bupati Arie menekankan bahwa hubungan Bengkulu–Sumatera Barat adalah hubungan serumpun, yang terikat oleh sejarah, budaya, dan rasa persaudaraan. Ikatan itulah yang menggerakkan masyarakat Bengkulu Utara untuk bergotong royong menghimpun donasi bagi korban bencana.

“Sumatera Barat merupakan serumpun dengan Provinsi Bengkulu. Masyarakat Bengkulu Utara bergotong-royong menggalang donasi untuk saudara-saudara kita di Sumbar yang terdampak bencana. Ini adalah bentuk kepedulian dan solidaritas kami,” tegas Arie.

Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga Solok yang terdampak langsung banjir dan longsor, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar pascabencana. Kehadiran pimpinan daerah lintas provinsi ini sekaligus menjadi pesan kuat bahwa empati dan solidaritas tidak mengenal batas administratif.

Acara penyerahan bantuan turut dihadiri Bupati Solok Jhon Firman Pandu, Dandim Solok, Ketua DPRD Solok, serta sejumlah pejabat dan undangan lainnya. Pemerintah Kabupaten Solok menyampaikan apresiasi atas kepedulian Bengkulu Utara, seraya berharap sinergi antardaerah terus terjaga dalam menghadapi situasi darurat dan pemulihan pascabencana.

Di saat banyak daerah sibuk dengan urusan internal, langkah Bengkulu Utara menunjukkan bahwa kehadiran negara—melalui pemerintah daerah—masih bisa dirasakan langsung oleh rakyat yang tertimpa musibah. Solidaritas serumpun bukan slogan, melainkan aksi.(R01)