HULU PALIK, HR- Suasana malam di Desa Pematang Balam, Kecamatan Hulu Palik, Bengkulu Utara, tak lagi tenang. Serangkaian kasus pencurian sapi yang terjadi berulang dalam waktu singkat memicu keresahan warga dan memunculkan dugaan kuat adanya aksi terorganisir.
Malam di Desa Pematang Balam kini berubah. Angin yang dulu hanya membawa suara dedaunan, kini seolah menyimpan kegelisahan. Lampu rumah memang padam satu per satu, namun warga tak lagi bisa tidur nyenyak. Rasa waswas terus menghantui.
Keresahan itu bukan tanpa alasan. Dalam beberapa hari terakhir, sedikitnya dua ekor sapi milik warga bernama Nasrul Yusup dilaporkan hilang secara misterius. Saat pagi tiba, yang tersisa hanyalah kandang kosong—tanpa jejak yang jelas.
Peristiwa ini sontak membuat warga bergerak cepat. Mereka melakukan penyisiran di sekitar lokasi, mencoba menelusuri jejak yang tertinggal. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil maksimal. Hewan ternak yang hilang seakan lenyap tanpa bekas.
Situasi semakin memanas ketika kejadian serupa kembali terulang. Pada dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, Minggu malam (Maret 2026), dua ekor sapi milik korban yang sama kembali raib.
Pola kejadian yang berulang memunculkan kecurigaan kuat di tengah masyarakat. Aksi pencurian selalu terjadi pada waktu yang sama—dini hari saat warga terlelap—dengan target yang jelas, yakni ternak milik warga.
“Ini bukan lagi kebetulan. Pelaku seperti sudah memahami situasi dan bergerak terencana,” ungkap salah satu warga Hulu palik
Kondisi ini membuat rasa aman masyarakat semakin terkikis. Malam hari yang seharusnya menjadi waktu beristirahat, kini justru menjadi saat paling diwaspadai.
Di tengah meningkatnya keresahan, suara keras juga datang dari tokoh masyarakat dan organisasi setempat. Mereka mendesak aparat penegak hukum untuk segera turun tangan, mengusut tuntas kasus ini, serta meningkatkan patroli keamanan di wilayah rawan.
Jika tidak segera ditangani serius, warga khawatir aksi pencurian akan terus berulang dan meluas, bahkan berpotensi memicu konflik di tengah masyarakat.
Kini, harapan warga sederhana: keamanan kembali pulih, dan pelaku segera tertangkap sebelum rasa takut berubah menjadi kemarahan. (R01)





