PEJABAT SALING KLAIM, SATPAM BICARA JUJUR! DAPUR MBG KARANG ANYAR BELUM TERSENTUH

oleh -372 Dilihat
oleh

Arga Makmur – Polemik dugaan roti berjamur dalam paket Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Dapur MBG Karang Anyar, Kecamatan kota Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara, terus bergulir dan memperlihatkan jurang antara klaim pejabat dan fakta lapangan. Meski koordinasi disebut sudah berjalan, tindakan nyata di lokasi dapur masih nihil.

Camat Kota Arga Makmur, Saparudin, menyatakan pihaknya sudah koordinasi dengan Asisten I Pemda kab Bengkulu Utara

“Kito sudah koordinasi dengan Asisten I, informasi dari beliau sudah ditindaklanjuti oleh Satgas MBG kabupaten,” katanya (8/2/2026)

Namun pernyataan itu tidak sepenuhnya sejalan dengan respons struktural Pemkab. Asisten I Bengkulu Utara justru menegaskan bahwa Satgas MBG berada di bawah Asisten II.

“Konfirmasi Satgas MBG pak, di bawah Asisten II,” tegas Asisten I Bari

Di tengah silang pernyataan tersebut, awak media yang mendatangi Dapur MBG Karang Anyar pada Minggu (8/2/2026) mendapati tidak ada pejabat pemerintah maupun Satgas MBG di lokasi.

Seorang pria yang mengaku satpam, tanpa seragam dan atribut resmi, justru menyampaikan pernyataan yang membantah klaim tindak lanjut.

“Belum ada yang ke dapur ini, selain tiga anggota polisi. Sarankan tidak ada yang boleh masuk kecuali surat resmi,” tegasnya.

Kondisi ini memperkuat kesan bahwa koordinasi masih berhenti di level komunikasi, belum menyentuh pengawasan langsung di lapangan.

Penjelasan Satgas MBG Kabupaten

Sementara itu, Sekretaris Satgas MBG Kabupaten Bengkulu Utara, Sabani, memberikan penjelasan terkait langkah yang telah dan akan dilakukan Satgas.

“Insya Allah dalam waktu dekat, masih nunggu koordinasi waktu dengan Ketua Satgas,” ujar Sabani, Senin (9/2/2026) pagi.

Sabani juga mengungkapkan bahwa langkah administratif sudah dilakukan, dengan memanggil pihak-pihak terkait ke Satgas.

 “Untuk ketua SPPG dan mitra sudah kami panggil ke Satgas kemarin Jumat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sabani menyebut adanya rencana perubahan pemasok sebagai bentuk antisipasi dan evaluasi.

“Mereka siap menggantikan pemasok ke UMKM yang ada di wilayah terdekat,” tambahnya.

Pernyataan Satgas MBG ini menunjukkan bahwa proses evaluasi dan penataan ulang rantai pasok mulai dibahas, namun hingga kini belum diiringi kehadiran langsung Satgas di dapur MBG Karang Anyar untuk memastikan kondisi lapangan dan keamanan pangan yang telah beredar.

Publik menilai, selama audit lapangan belum dilakukan secara terbuka, maka: Klaim tindak lanjut masih dipertanyakan, Transparansi belum terpenuhi, Rasa aman wali murid belum pulih

Kasus roti berjamur ini kini menjadi ujian serius bagi Pemkab Bengkulu Utara:
apakah perbaikan hanya berhenti pada pergantian pemasok, atau disertai pengawasan ketat dan sanksi tegas atas kelalaian yang sudah terjadi.

Masyarakat mendesak Satgas MBG, Pemkab Bengkulu Utara, dan Tripika untuk segera turun ke lapangan, membuka hasil pemeriksaan ke publik, serta menjamin tidak ada lagi pangan bermasalah yang sampai ke tangan anak-anak sekolah.

Koordinasi boleh menyusul, tapi keselamatan anak tak bisa menunggu.(R01)