ARMA JAYA – Penutupan Kemumu Suro Festival 2025, Sabtu (19/7/2025), menjadi momentum penting bagi penguatan ekonomi kreatif dan promosi kopi lokal Bengkulu Utara. Acara yang berlangsung selama tiga hari di Lapangan Kemumu ini menghadirkan berbagai kegiatan budaya, hiburan, hingga Festival Kopi yang diakhiri dengan lelang kopi hasil petani lokal.
Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, SE, M.AP., menegaskan bahwa festival budaya dan ekonomi kreatif akan terus digelar untuk mendorong UMKM dan pariwisata daerah.
“Kami berkomitmen memperbanyak event seperti ini yang langsung berdampak pada masyarakat, khususnya dalam penguatan ekonomi kreatif, promosi kopi lokal, dan peningkatan kesejahteraan petani,” ujar Bupati Arie.
Ketua DPRD: Event Budaya Harus Jadi Motor Ekonomi
Ketua DPRD Bengkulu Utara, Parmin, S.IP., yang hadir di seluruh rangkaian acara, menyampaikan dukungan penuh terhadap festival kopi dan lelang kopi lokal.
“Event seperti ini tidak boleh hanya seremonial. Harus menjadi motor pembangunan ekonomi. DPRD mendukung penuh melalui penganggaran dan regulasi agar budaya dan ekonomi berjalan seiring,” tegas Parmin.
Ia menambahkan bahwa kopi Bengkulu Utara memiliki potensi besar untuk dipromosikan secara nasional bahkan internasional melalui ajang kreatif semacam ini.
Apresiasi Pemerintah Provinsi
Mewakili Gubernur Bengkulu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Murlin Hanizar, SP, M.Si., mengapresiasi suksesnya festival ini dan menilai kualitas penyelenggaraan layak diusulkan masuk dalam agenda nasional Kharisma Event Nusantara (KEN).
“Festival ini memiliki daya tarik kuat. Mari kita tingkatkan sinergi agar Bengkulu Utara bisa menjadi etalase budaya dan ekonomi kreatif di tingkat nasional,” ujarnya.
Kolaborasi Jadi Kunci
Selama tiga hari, festival menyajikan perpaduan tradisi dan hiburan, mulai dari musik dol, kuda kepang, sedekah bumi, trail fun run, hingga puncaknya festival kopi dan pelepasan 1.000 lampion harapan.
Kemumu Suro Festival 2025 menunjukkan bahwa pariwisata berbasis budaya dapat menjadi penggerak ekonomi lokal. Dengan dukungan penuh dari DPRD, pemerintah daerah, dan masyarakat, Bengkulu Utara semakin siap menjadi destinasi budaya dan kopi unggulan di Indonesia.





