BENGKULU UTARA, HR— Penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di mulai menjadi perhatian setelah muncul sejumlah data penggunaan anggaran yang dinilai perlu mendapat penjelasan dari pihak sekolah.
Pimpinan media Harian Rakyat Online, Rozi, HR, menyampaikan bahwa pihaknya tengah menghimpun data dan melakukan konfirmasi langsung kepada sekolah guna memastikan informasi yang diperoleh tetap akurat, berimbang, dan tidak menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat.
Berdasarkan data yang diperoleh total Dana BOS SMPN 57 Bengkulu Utara tahun 2023–2026 tercatat sekitar Rp681.500.000. Namun, terdapat beberapa poin yang dinilai perlu mendapat klarifikasi dari pihak sekolah.
“Tujuan kami melakukan konfirmasi agar informasi yang disampaikan tetap sesuai fakta dan memberikan ruang penjelasan kepada pihak sekolah,” ujar Rozi dalam keterangannya.
Salah satu poin yang menjadi perhatian yakni pada tahun 2025–2026 tercatat dana sekitar Rp314 rupiah lebih atau sekitar 46,21 persen dari total Dana BOS belum menampilkan rincian penggunaan.
Pihak media mempertanyakan apakah laporan penggunaan anggaran tersebut memang belum diinput, masih dalam proses administrasi, atau terdapat penjelasan lain terkait belum munculnya rincian penggunaan dana tersebut.
Selain itu, pada tahun 2024 juga ditemukan selisih angka sebesar Rp3.099.380. Pada tahap pertama, penggunaan tercatat lebih rendah dari dana diterima, sementara pada tahap kedua justru lebih tinggi dengan nominal selisih yang sama.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan apakah selisih tersebut merupakan mekanisme penggeseran anggaran, penyesuaian administrasi, atau faktor teknis dalam sistem pelaporan.
Sorotan lainnya tertuju pada pos administrasi sekolah tahun 2023–2024 yang tercatat mencapai Rp130 juta lebih atau sekitar 35,64 persen dari total anggaran dua tahun tersebut. Bahkan pada salah satu tahap, persentase anggaran administrasi disebut mencapai sekitar 44 persen.
Media meminta penjelasan lebih rinci terkait penggunaan anggaran administrasi tersebut, termasuk kegiatan maupun kebutuhan administrasi yang menyerap dana dalam jumlah cukup besar.
Tak hanya itu, pembayaran honor pada tahun 2023–2024 juga tercatat sekitar Rp81. Juta rupiah lebih atau sekitar 22,15 persen dari total dana. Pihak media meminta penjelasan terkait honor tersebut diberikan kepada berapa orang serta untuk kegiatan maupun jabatan apa saja.
Sementara itu, anggaran pengembangan perpustakaan tahun 2024 juga terlihat mengalami penurunan cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya, meski jumlah siswa disebut meningkat.
Hal tersebut turut menjadi bahan pertanyaan apakah terdapat kebijakan tertentu atau alasan khusus yang menyebabkan penurunan anggaran pengembangan perpustakaan tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SMPN 57 Bengkulu Utara masih menunggu waktu untuk memberikan penjelasan resmi terkait sejumlah poin yang dikonfirmasi tersebut.
Media Harian Rakyat Online menegaskan bahwa pemberitaan ini merupakan bagian dari upaya menjalankan fungsi kontrol sosial serta menjaga keterbukaan informasi publik, dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dan keberimbangan informasi.(BM)





