BENGKULU UTARA, HR— Setelah berbagai isu dan sorotan publik terus menghantam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Padang Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara, akhirnya Ibu Irma selaku mitra pelaksana MBG angkat bicara dan memberikan klarifikasi terbuka terkait sejumlah persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Mulai dari penghentian distribusi makanan ke SMP Negeri 28 Bengkulu Utara, dugaan kualitas makanan di SD Negeri 089 Bengkulu Utara, isu koperasi pemasok bahan pangan, hingga persoalan limbah dapur dan dugaan penjualan nasi sisa, semuanya kini menjadi perhatian publik.
Dalam keterangannya, Irma meminta masyarakat tidak langsung menyimpulkan berbagai isu yang berkembang tanpa melihat fakta secara utuh.
“Banyak informasi yang berkembang sekarang ini perlu diluruskan agar masyarakat tidak salah memahami,” ujar Irma.
Singgung Surat Permohonan Maaf Agus Prasetyo
Irma juga menyinggung surat permohonan maaf yang sebelumnya dibuat Agus Prasetyo tertanggal 6 Mei 2026.
Dalam surat tersebut, Agus Prasetyo menyampaikan permohonan maaf kepada Ibu Erma Wati dan SPPG Bengkulu Utara Padang Jaya Marga Sakti atas tindakan yang disebut merugikan pihak dapur MBG di media maupun di tengah masyarakat.
Bahkan dalam isi surat disebutkan Agus Prasetyo berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya dan siap diproses sesuai hukum apabila kembali melakukan tindakan yang merugikan pihak terkait.
“Surat permohonan maaf itu dibuat secara sadar dan tanpa paksaan. Jadi masyarakat juga harus melihat persoalan ini secara objektif,” kata Irma.
Klarifikasi Soal SMP Negeri 28 Bengkulu Utara
Terkait penghentian distribusi makanan ke SMP Negeri 28 Bengkulu Utara, Irma menjelaskan bahwa persoalan tersebut bukan karena adanya konflik ataupun unsur kesengajaan merugikan pihak sekolah.
Menurutnya, penghentian sementara itu lebih disebabkan adanya penyesuaian administrasi dan teknis kerja sama yang masih perlu dibicarakan bersama.
“Pada prinsipnya kami tetap ingin program ini berjalan baik demi kepentingan anak-anak sekolah. Jika ada poin kerja sama yang dianggap perlu diperbaiki, tentu dapat dibicarakan bersama,” jelasnya.
Irma menegaskan pihaknya tetap membuka ruang komunikasi agar program MBG dapat kembali berjalan dengan baik.
Tanggapan Soal SD Negeri 089 Bengkulu Utara
Mengenai isu dugaan adanya ulat, cacing, maupun siput dalam menu sayur di SD Negeri 089 Bengkulu Utara, Irma mengatakan pihak dapur selalu berusaha menjaga kualitas makanan sebelum didistribusikan.
Ia menyebut seluruh bahan makanan diperiksa dan dimasak setiap hari sesuai prosedur yang diterapkan dapur.
“Kalau memang ada kekurangan, itu menjadi bahan evaluasi kami. Namun kami tidak pernah berniat mengabaikan kualitas makanan untuk anak-anak,” ujarnya.
Bantah Dugaan Permainan Koperasi
Sorotan terhadap koperasi pemasok bahan pangan juga turut dibantah Irma. Ia menegaskan koperasi yang digunakan pihak dapur tidak pernah berubah maupun berpindah ke koperasi lain sebagaimana isu yang berkembang.
“Koperasi dapur Padang Jaya tidak pernah berubah ke koperasi lain. Apalagi disebut ada koperasi lain yang bekerja sama dengan kami berada di Ratu Agung Kota Bengkulu. Itu tidak benar,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa struktur kepengurusan koperasi sebenarnya tersedia di dalam kantor dan bukan tidak ada seperti yang dipersepsikan sebagian pihak.
“Struktur koperasi ada di dalam. Dalam waktu dekat ini Cabang Koperasi Prabu Center 08 juga akan kami sampaikan ke Dinas Koperasi karena seluruh data administrasi sudah lengkap,” jelasnya.
Menurut Irma, selisih harga bahan pangan yang ramai dibicarakan masyarakat juga tidak dapat langsung disimpulkan sebagai bentuk permainan harga karena dipengaruhi biaya distribusi, operasional, kualitas barang, dan kondisi pasar.
Soal Dugaan Jual Nasi Sisa
Irma juga mengaku baru mengetahui adanya isu mengenai dugaan penjualan nasi sisa yang disebut-sebut berasal dari dapur MBG.
“Isu terkait jual nasi sisa itu saya baru tahu. Rasanya tidak mungkin itu ada. Nanti seluruh karyawan akan saya panggil dulu untuk menanyakan hal tersebut,” katanya.
Bantahan Terkait Limbah Dapur
Selain itu, Irma turut membantah keras informasi mengenai dugaan limbah dapur yang disebut mengalir hingga menyeberang jalan lintas.
“Dikatakan air limbah nyebrang jalan itu sangat tidak benar, karena posisi IPAL dapur kami jauh dari permukaan jalan lintas,” ujarnya.
Ia juga memastikan aktivitas IPAL dapur tetap memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar.
Soal Operasional Dapur dan Bantuan PDAM
Terkait rumah yang digunakan sebagai operasional dapur MBG, Irma menjelaskan tempat tersebut masih bersifat sementara guna mendukung pelaksanaan program MBG di wilayah Padang Jaya.
Sementara mengenai bantuan pemasangan sambungan PDAM kepada warga sekitar, Irma menegaskan bantuan itu merupakan bentuk kepedulian sosial dan bukan pengakuan adanya pencemaran lingkungan.
“Kami membantu karena ingin menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar,” tutupnya.
Di akhir keterangannya, Irma berharap seluruh pihak dapat bersama-sama mengawal program MBG secara objektif karena tujuan utama program tersebut adalah membantu pemenuhan gizi anak-anak sekolah di Kabupaten Bengkulu Utara.(R01)





