Catatan Tahun Pertama Helmi–Mian: Masjid Viral, Jembatan Ambruk, Pabrik Dipolisikan

oleh -435 Dilihat
oleh

Bengkulu, HR— Baru setahun lebih memimpin Provinsi Bengkulu, kepemimpinan Gubernur Helmi Hasan dan Wakil Gubernur Mian mulai diwarnai berbagai polemik yang menyita perhatian publik.

Sejumlah persoalan mencuat silih berganti, mulai dari kontroversi pergantian nama masjid di komplek Kantor Gubernur Bengkulu, ambruknya oprit jembatan yang baru diresmikan, hingga kasus hukum pabrik minyak goreng lokal “Bumi Merah Putih” (BMP).

Polemik pertama yang ramai diperbincangkan publik ialah pergantian nama Masjid “Alif Lam Mim” menjadi Musala “Khairunnisa”. Pergantian tersebut menuai sorotan setelah prasasti bertandatangan mantan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah ikut dicopot.

Kontroversi itu sempat memicu perdebatan di tengah masyarakat hingga akhirnya nama rumah ibadah tersebut kembali menggunakan nama semula, yakni Masjid “Alif Lam Mim”.

Belum reda persoalan itu, publik kembali dikejutkan dengan ambruknya Jembatan Air Matan di Kabupaten Seluma pada 4 April 2026. Ironisnya, jembatan penghubung Desa Pasar Seluma dan Desa Rawa Indah tersebut baru diresmikan Helmi Hasan pada 6 Februari 2026.

Ambruknya oprit jembatan dalam waktu singkat membuat proyek tersebut menjadi sorotan tajam masyarakat. Hingga kini kondisi jembatan masih menjadi perhatian publik dan memunculkan pertanyaan terkait kualitas pembangunan infrastruktur di Bengkulu.

Persoalan lain yang kini turut menyita perhatian dugaan kasus hukum pabrik minyak goreng lokal “Bumi Merah Putih” (BMP). Pabrik yang baru diluncurkan pada 28 April 2026 tersebut kini disegel oleh Ditreskrimsus Polda Bengkulu.

Pantauan awak media, Kasus itu mencuat setelah polisi membongkar dugaan praktik pengemasan ulang Minyakita yang tidak sesuai standar. Dalam pengungkapan tersebut, aparat mengamankan sekitar 1.500 dus Minyakita, satu unit truk BG 8773 DR, serta tiga unit handphone.

Tiga orang masing-masing HR (37), RE (26), dan RWF (35) telah ditetapkan sebagai tersangka. Rumah produksi BMP juga telah resmi disegel dan Kepala Produksi diduga ikut ditetapkan sebagai tersangka.

Deretan polemik tersebut kini menjadi catatan yang terus membayangi perjalanan kepemimpinan Helmi–Mian yang baru memasuki tahun kedua di Provinsi Bengkulu.(R01)