Bengkulu Utara, HR– Kekecewaan warga Desa Lubuk Saung, Kecamatan Kota Arga Makmur, terhadap pengelolaan objek wisata Sungai Viral semakin memuncak. Rapat yang digelar untuk membahas pendapatan (income) wisata tersebut pada Rabu malam (4/6/2025) disebut berakhir tanpa menghasilkan kejelasan yang diharapkan masyarakat.

Salah seorang tokoh masyarakat setempat Mursalin, mengungkapkan bahwa pertemuan yang melibatkan pengurus wisata yang juga merangkap sebagai perangkat desa berlangsung cukup tegang dan sempat memanas.
“Tadi malam kami mengajak pengurus wisata Sungai Viral yang memiliki jabatan ganda sebagai perangkat desa untuk memberikan penjelasan. Namun rapat berakhir tanpa kejelasan. Bahkan sempat memanas karena Sekdes selaku pengelola wisata tidak dapat memberikan keterangan secara transparan terkait income desa. Padahal pendapatan wisata tersebut disebut bisa mencapai Rp8 juta per hari,” ujar Mursalin kepada awak media melalui sambungan telepon, Rabu (4/6/2025).
Menurutnya, masyarakat saat ini mulai mempertanyakan pengelolaan pendapatan wisata yang selama ini menjadi salah satu sumber pemasukan di desa tersebut. Warga berharap adanya keterbukaan dan laporan yang jelas mengenai penggunaan serta penyetoran pendapatan yang diperoleh dari aktivitas wisata.
Lebih lanjut, Mursalin menyampaikan bahwa masyarakat meminta agar operasional wisata Sungai Viral dihentikan sementara sampai persoalan tersebut memperoleh kejelasan.
“Untuk sementara wisata tersebut kami dari masyarakat meminta ditutup dulu sebelum ada kejelasan terkait income desa. Karena ada beberapa gazebo yang dibangun menggunakan Dana Desa, namun disewakan kepada pengunjung dan hasilnya diduga tidak disetorkan ke kas desa,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola wisata maupun pemerintah desa belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan masyarakat tersebut. Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat turun tangan untuk melakukan evaluasi serta memastikan pengelolaan aset dan pendapatan desa berjalan secara transparan dan akuntabel.
Redaksi redaksi-HRO





