Bengkulu Utara, HR – Kasus penipuan jamaah umroh kembali mencuat di Kabupaten Bengkulu Utara. Puluhan warga Kecamatan Kerkap menjadi korban sindikat agen travel umroh PT. Rizquna Mekkah Madinah yang berpusat di Jakarta Selatan. Sejumlah pelaku dengan inisial FN, YL, DK, dan WN diduga terlibat dalam jaringan penipuan ini.
Menurut informasi yang dihimpun, FN dan YL yang merupakan pasangan suami-istri berperan penting dalam perekrutan jamaah. Keduanya kini dikabarkan kabur dan hilang kontak setelah gagal mengembalikan uang milik para korban.
Menurut salah satu keluarga korban, Ade, FN dan YL sempat didatangi para jamaah ke Kabupaten Rejang Lebong untuk diminta pertanggungjawaban. Namun, pasangan tersebut memilih kabur dan tidak lagi dapat dihubungi.
“Semua biaya administrasi sudah dilunasi. Ada yang Rp 25 juta, bahkan ada yang Rp30,35,37,5 dan 38 juta per jamaah. Kami dijanjikan berangkat 8 April 2025, ditunda ke 4 Juni, lalu ditunda lagi ke 20 Juli 2025. Sampai sekarang tidak ada kabar,” ungkap Ade, melalui telp seluler Senin (28/7/2025).
Merasa ditipu, para korban akhirnya melapor ke Polres Bengkulu Utara pada 23 Juli 2025. Laporan tersebut menyebutkan kerugian yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Polisi kini tengah memburu para pelaku yang diduga merupakan sindikat penipuan umroh lintas kabupaten.
“Kami sudah menyerahkan bukti pembayaran dan semua dokumen terkait. Harapan kami polisi bisa bertindak cepat, karena jumlah korban cukup banyak,” tambah Ade.
Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati memilih biro travel haji dan umroh Agar selalu memeriksa legalitas dan izin resmi biro perjalanan sebelum melakukan pembayaran.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT. Rizquna Mekkah Madinah maupun para pelaku yang disebutkan belum memberikan klarifikasi. Penyidik Polres Bengkulu Utara masih mengumpulkan bukti dan keterangan saksi guna mempercepat proses hukum. (R01)





