PT. RP, Proyek Jalan Padang Betuah–Perbo Disorot, Rambu Rusak hingga Bahu Jalan Berubah dari Cor ke Sirtu

oleh -381 Dilihat
oleh

Bengkulu Utara — Proyek peningkatan jalan ruas Padang Betuah – Perbo di Kabupaten Bengkulu Utara – Bengkulu Tengah yang disebut menelan anggaran hingga puluhan miliar rupiah kini menuai sorotan. Sejumlah temuan di lapangan memunculkan dugaan adanya pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Dari hasil pantauan di beberapa titik lokasi, terlihat rambu lalu lintas yang terpasang di beberapa titik ruas jalan sudah mengalami kerusakan. Lapisan reflektif pada rambu tampak mengelupas sehingga tidak lagi terlihat jelas oleh pengendara, terutama saat malam hari. Kondisi ini dinilai dapat mengurangi fungsi rambu sebagai penunjuk arah sekaligus penunjang keselamatan pengguna jalan.

Selain itu, pekerjaan bronjong penahan tebing juga menuai tanda tanya. Batu yang digunakan sebagai isi bronjong diduga tidak memenuhi ukuran maupun spesifikasi teknis yang lazim digunakan dalam konstruksi bronjong. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mempengaruhi kekuatan struktur dalam menahan tekanan tanah di sepanjang tebing jalan.

Pada bagian lain, pelapis tebing juga terlihat sudah mengalami retakan, meskipun proyek tersebut diduga belum lama dikerjakan. Retakan tersebut memunculkan kekhawatiran terkait kualitas material maupun metode pekerjaan yang dilakukan di lapangan.

Sorotan lain muncul pada pekerjaan bahu jalan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, dalam perencanaan awal proyek tercantum pekerjaan cor bahu jalan sepanjang 19 kilometer. Namun dari pantauan di lapangan, pekerjaan yang terealisasi baru sekitar 5 kilometer.

Sementara itu, sekitar 14 kilometer sisanya diketahui mengalami perubahan melalui adendum kontrak pada penghujung masa pekerjaan, di mana pekerjaan cor bahu jalan diganti menggunakan material sirtu (pasir batu).

Perubahan spesifikasi tersebut memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat, mengingat cor bahu jalan umumnya memiliki kekuatan dan ketahanan yang lebih baik dibandingkan dengan material sirtu.

Dengan nilai proyek yang disebut mencapai puluhan miliar rupiah, sejumlah temuan tersebut memicu sorotan publik terhadap kualitas pekerjaan serta pengawasan proyek di lapangan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor PT.RP (Roda Teknindo Purajaya), pelaksana maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait sejumlah temuan tersebut. Masyarakat berharap adanya evaluasi dan pengawasan lebih lanjut agar proyek infrastruktur yang menggunakan anggaran negara benar-benar dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.(R01)