Ketua Aliansi Gizi Nasional, Soroti Dugaan Jual Beli Sertifikasi Dapur MBG 

oleh -271 Dilihat
oleh

JAKARTA – Dunia maya digemparkan oleh pernyataan keras Ketua Aliansi Gizi Nasional, Ahmad Yazdi, yang menuding adanya praktik kotor di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN).

Pantauan Awak Media, Dalam video berdurasi dua menit yang beredar luas di media sosial, Yazdi dengan nada tinggi menyuarakan kemarahannya terkait dugaan jual beli sertifikasi dapur MBG (Pangan Bergizi Gratis), serta praktik pemerasan dan penyalahgunaan wewenang yang diduga dilakukan sejumlah pejabat.

“Monyet dan tikus di BGN harus lengser! Dasar kucing! Jangan jadi preman kalau sudah berkuasa!” tegas Yazdi dalam potongan video yang viral di berbagai platform media sosial.

Dalam keterangannya, Yazdi menyebut sedikitnya enam pejabat BGN yang diduga terlibat dalam praktik jual beli sertifikasi tersebut. Ia menuntut mereka segera mengundurkan diri sebelum diberhentikan Presiden, seraya menyerukan agar lembaga itu dibersihkan dari oknum yang merusak integritas program gizi nasional.

Lebih lanjut, Yazdi juga menyoroti adanya dugaan nepotisme dan pemerasan dalam proses verifikasi mitra dapur MBG. Menurutnya, banyak pihak yang telah bekerja dengan jujur justru menjadi korban ketidakadilan birokrasi.

“Mitra yang bekerja dengan tulus justru terdampak. Mereka sudah keluar uang banyak, bahkan ada yang pinjam dari bank. Tapi tim verifikasi malah berpindah-pindah hotel, menuntut uang jaminan. Itu tidak benar,” ujar Yazdi dengan nada kecewa.

Reaksi Publik dan Desakan Audit

Video pernyataan tersebut pertama kali diunggah oleh akun @hitamputihgp.01 dan langsung menuai ribuan komentar dukungan dari warganet. Banyak pihak menilai keberanian Yazdi patut diapresiasi sebagai bentuk kepedulian terhadap transparansi pengelolaan program MBG, yang merupakan salah satu proyek besar pemerintah di bidang gizi masyarakat.

Pernyataan itu juga memantik perhatian publik terhadap kinerja BGN yang kini dituntut untuk membuka seluruh data dan proses sertifikasi dapur MBG secara transparan.

Yazdi menegaskan, pihaknya akan terus mengawal kasus ini dan mendorong audit independen terhadap seluruh kegiatan BGN yang berkaitan dengan program MBG.

“Jangan bertindak premanisme saat diberi kekuasaan. Kalau merasa bersih, buka datanya. Jangan ditutup-tutupi,” tegasnya lagi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak BGN belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan keras Ahmad Yazdi yang tengah menjadi sorotan publik.(R01)