Jembatan Air Martan Ambruk, Kontraktor Bungkam Usai Dikonfirmasi via WhatsApp Wartawan

oleh -319 Dilihat
oleh

Seluma,HR – Ambruknya Jembatan Air Martan di Kabupaten Seluma terus menuai sorotan publik. Proyek bernilai Rp16 miliar itu kini menjadi perhatian serius setelah pihak kontraktor PT. Roda Teknindo Purajaya belum memberikan tanggapan resmi meski telah dikonfirmasi oleh wartawan.

Dalam pesan konfirmasi tersebut, wartawan mengajukan sejumlah pertanyaan penting terkait aspek teknis hingga tanggung jawab proyek. Di antaranya mengenai dugaan oprit jembatan dibangun tanpa tulangan besi, dasar teknis penyebab kerusakan, mutu beton yang digunakan, hingga kesiapan kontraktor untuk melakukan perbaikan tanpa membebani anggaran negara.

Selain itu, wartawan juga mempertanyakan apakah desain jembatan telah memperhitungkan debit banjir maksimum, serta membuka kemungkinan dilakukannya audit teknis independen untuk memastikan penyebab pasti ambruknya struktur.

Namun hingga berita ini diturunkan, pesan konfirmasi tersebut belum mendapat balasan.

Sikap bungkam ini semakin memperkuat tanda tanya publik, terlebih kerusakan terjadi dalam waktu sangat singkat sejak jembatan diresmikan. Di lapangan, kondisi oprit jembatan dilaporkan runtuh, tanah penopang hilang, dan struktur kehilangan daya dukung.

Sejumlah analisis teknis mengarah pada dugaan kegagalan konstruksi, bukan semata akibat faktor cuaca ekstrem seperti yang sempat disampaikan sebelumnya.

Masyarakat pun mendesak adanya transparansi dan langkah tegas dari pihak terkait. Audit teknis independen, uji mutu material, serta investigasi menyeluruh dinilai penting untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik ambruknya jembatan tersebut.

Hingga saat ini, pihak PT. Roda Teknindo Purajaya belum memberikan klarifikasi resmi atas berbagai pertanyaan yang telah diajukan.

Publik kini menanti jawaban: akankah kontraktor membuka suara, atau tetap memilih diam di tengah sorotan yang kian tajam?……(R01)