Gedung Megah, Pekerjaan Amburadul: Proyek IAIN Curup Lewat Deadline, Rektor Ikut Terseret Sorotan

oleh -286 Dilihat
oleh

CURUP,HR – Di balik tampilan megah Gedung Kuliah Terpadu milik Institut Agama Islam Negeri Curup, fakta di lapangan justru memunculkan ironi. Proyek bernilai Rp54,5 miliar itu diduga belum rampung meski telah melewati batas waktu kontrak.

Berdasarkan data proyek, pekerjaan dimulai pada 10 Juli 2025 dengan durasi 274 hari kalender. Artinya, masa pelaksanaan diperkirakan berakhir sekitar 10 April 2026. Namun hingga Selasa (21/4/2026), kondisi fisik di lokasi menunjukkan sejumlah pekerjaan masih amburadul.

Pantauan di lapangan memperlihatkan finishing belum rapi, area sekitar bangunan masih berupa tanah terbuka, serta ditemukan bagian konstruksi yang rusak dan tidak padat. Hal ini memunculkan dugaan kualitas pekerjaan tidak maksimal.

Ironisnya, papan informasi proyek yang seharusnya menjadi simbol transparansi justru sudah tidak terlihat di lokasi. Di saat yang sama, aktivitas pekerjaan nyaris tidak ada. Hanya satu orang pekerja yang ditemukan tanpa adanya kegiatan konstruksi yang berarti.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius terkait pengelolaan proyek. Dengan nilai anggaran puluhan miliar rupiah, minimnya aktivitas serta belum rampungnya pekerjaan setelah melewati batas waktu menjadi sorotan tajam publik.

Proyek ini diketahui dikerjakan oleh PT Detiga Inti Teknik Sinergi dengan pengawasan PT Amsecon Berlian Sejahtera. Namun hingga kini belum ada penjelasan resmi terkait keterlambatan maupun kondisi pekerjaan yang belum selesai.

Sorotan kini mengarah ke pimpinan kampus. Sebagai penanggung jawab tertinggi di lingkungan Institut Agama Islam Negeri Curup, rektor dinilai tidak bisa sepenuhnya lepas tangan. Lemahnya pengawasan diduga menjadi salah satu faktor yang memperparah kondisi proyek.

Sejumlah kalangan menilai, jika proyek ini benar melewati batas waktu tanpa kejelasan, maka berpotensi melanggar ketentuan kontrak dan membuka peluang terjadinya kerugian negara.

Publik pun mendesak adanya transparansi penuh dari pihak kampus dan pelaksana proyek. Audit menyeluruh dinilai penting untuk memastikan apakah keterlambatan ini murni persoalan teknis, atau ada persoalan lain yang lebih serius.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait: Status perpanjangan kontrak, Progres riil pekerjaan, Alasan minimnya aktivitas di lapangan Serta status serah terima pekerjaan

Gedung yang seharusnya menjadi simbol kemajuan pendidikan tinggi itu kini justru berada di bawah bayang-bayang persoalan. Jika tidak segera dijelaskan secara terbuka, polemik ini berpotensi melebar dan menyeret lebih banyak pihak.