Disorot Proyek Rp320 Juta Lebih, Camat Air Napal Terkesan Lepas Tangan, Ada Apa?…….

oleh -330 Dilihat
oleh

Bengkulu Utara — Sorotan tajam terhadap dugaan pembangunan jalan rabat beton dan jembatan Desa Selubuk, Kecamatan Air Napal, Kabupaten Bengkulu Utara, semakin menguat. Proyek yang menghabiskan anggaran lebih dari Rp320 juta Dana Desa Tahun 2025 itu justru dibalas dengan sikap terkesan lepas tangan dari pihak kecamatan.

Alih-alih memberikan penjelasan menyeluruh, Camat Air Napal Amir memilih mengarahkan awak media untuk melakukan konfirmasi langsung ke pemerintah desa atau kepala desa yang menimbulkan pertanyaan ada apa dengan dua titik kegiatan tersebut?…

“Langsung ajo ke desa, minta klarifikasi atau ke kades,” ujar Amir singkat, Desember 2025.

Saat kembali disinggung mengenai jabatan PJ Kepala Desa yang berasal dari unsur kecamatan, Camat Amir tetap tidak membuka ruang klarifikasi. Ia hanya menjawab singkat namun tegas, “Yo,” tegasnya.

Sikap tersebut dinilai publik sebagai bentuk pembiaran dan pelepasan tanggung jawab, meskipun kecamatan secara struktural memiliki kewenangan pembinaan dan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan desa, termasuk pengelolaan dan pelaksanaan proyek Dana Desa.

Diketahui, pembangunan rabat beton dan satu unit jembatan di Desa Selubuk menyedot anggaran fantastis, yakni jalan rabat beton sebesar Rp171 juta dan jembatan sebesar Rp151 juta, dengan total menembus Rp320 juta lebih. Namun, kondisi fisik bangunan di lapangan disebut tidak sebanding dengan nilai anggaran tersebut.

Keluhan warga terkait kualitas pekerjaan terus bermunculan, mulai dari dugaan mutu material yang rendah hingga pengerjaan yang terkesan asal-asalan. Hal ini memicu desakan agar pengawasan lintas sektor dilakukan secara serius.

Masyarakat mendesak Inspektorat Daerah, Dinas PMD, serta aparat penegak hukum untuk turun tangan melakukan audit teknis dan keuangan guna memastikan tidak terjadi penyimpangan anggaran maupun potensi kerugian keuangan negara.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Desa Selubuk maupun kepala desa terkait belum memberikan klarifikasi resmi atas dugaan pembangunan rabat beton dan jembatan desa tersebut.(R01)