Bengkulu Utara — Keresahan wali murid mencuat di Kecamatan Kota Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara, menyusul dugaan ditemukannya roti berjamur dalam paket Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima siswa SD IT Darul Fikri, Desa Karang Anyar 1, pada Kamis dan Jumat (5–6 Februari 2026).
Kasus ini tidak lagi bersifat lokal. Unggahan temuan roti berjamur telah beredar luas di media sosial, memicu kemarahan publik dan kekhawatiran serius terkait keamanan pangan program MBG yang menyasar anak-anak sekolah.
Ditemukan Siswa, Bukan Hasil Pengawasan
Fakta paling mengkhawatirkan, roti berjamur tersebut ditemukan langsung oleh siswa saat menerima paket MBG. Artinya, makanan yang diduga tidak layak konsumsi telah lolos dari dapur, distribusi, hingga sampai ke tangan anak-anak.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan tajam: Di mana pengecekan kualitas sebelum distribusi?……Apakah tanggal kedaluwarsa bahan benar-benar diperiksa?…….Siapa yang bertanggung jawab atas kelolosan makanan bermasalah ini?…..
Jika siswa bisa menemukan roti berjamur, publik menilai fungsi pengawasan internal dapur MBG patut dipertanyakan serius.
Stok Dapur MBG Karang Anyar Disorot
Seiring viralnya temuan tersebut, perhatian publik mengarah pada dapur MBG Karang Anyar sebagai pihak pemasok. Muncul dugaan bahwa stok bahan pangan tidak dikelola dengan standar ketat, termasuk kemungkinan masih tersimpannya bahan makanan kadaluwarsa atau rusak lainnya.
Desakan pun menguat agar seluruh stok bahan pangan dapur MBG Karang Anyar diperiksa menyeluruh, bukan hanya pada item yang sudah viral.
Keresahan Wali Murid Meluas
Wali murid mengaku resah dan khawatir terhadap kesehatan anak-anak mereka. Program yang seharusnya menjamin asupan gizi justru menimbulkan rasa cemas dan ketidakpercayaan.
“Ini program untuk anak SD. Kalau sampai ada roti berjamur, jelas kami tidak tenang,” ungkap salah satu wali murid.
Viral di Medsos, Sidak Wajib Dilakukan
Merebaknya kasus ini di media sosial dinilai sebagai bukti bahwa pengawasan tidak berjalan maksimal. Publik menilai, tanpa viral, dugaan ini berpotensi tidak terungkap.
Karena itu, masyarakat mendesak SIDAK WAJIB dilakukan oleh pihak berwenang, meliputi: Inspeksi mendadak dapur MBG Karang Anyar, Pemeriksaan seluruh stok bahan pangan, Audit sistem penyimpanan dan distribusi dan Pengumuman hasil pemeriksaan secara terbuka
Tanggung Jawab Struktural Dipertaruhkan
Dalam program strategis nasional, tanggung jawab tidak berhenti di petugas dapur. Pengelola, yayasan pelaksana, hingga pengawas struktural tidak boleh diam.
Jika sidak membuktikan adanya kelalaian, publik menuntut sanksi tegas, mulai dari administratif hingga pencabutan izin operasional dapur MBG.
TEKANAN PUBLIK:
Program Makan Bergizi Gratis adalah hak anak, bukan ruang kompromi. Satu roti berjamur cukup untuk memerintahkan sidak total.(R01)





