Bengkulu Utara, HR– Dugaan kejanggalan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMPN 29 Bengkulu Utara kini memasuki fase serius. Di tengah aliran dana negara yang mencapai ratusan juta rupiah per tahun, pihak sekolah justru mengakui harus meminjam fasilitas dari sekolah lain untuk pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Pengakuan tersebut disampaikan langsung oleh kepala sekolah, Dwi Marsugiyanto, saat dikonfirmasi.
“Karena melibatkan siswa yang cukup banyak dengan jumlah fasilitas yang kami punya cukup memakan waktu yang lama, akhirnya kami mencari solusi dengan meminjam dari sekolah sekitar,” ujarnya singkat.
Kontradiksi Mencolok
Fakta ini langsung memicu sorotan tajam. Dalam tiga tahun terakhir (2023–2025), dana BOS yang dikelola sekolah tercatat mencapai ratusan juta rupiah per tahun.
Namun, data menunjukkan pola penggunaan anggaran yang diduga tidak konsisten:
Anggaran perpustakaan menembus sekitar Rp 140 juta dalam tiga tahun
Administrasi sekolah berulang kali membengkak hingga Rp 70 juta per tahap
Selisih dana puluhan juta rupiah muncul di beberapa tahap pencairan
Di sisi lain, fasilitas untuk pelaksanaan TKA justru diakui tidak memadai.
Pertanyaan Keras Mengemuka
Kondisi ini memunculkan pertanyaan mendasar:
1. Ke mana sebenarnya prioritas penggunaan dana BOS selama ini?
2. Mengapa fasilitas dasar untuk kegiatan ujian tidak terpenuhi?
3. Apakah ada ketidaktepatan perencanaan atau indikasi penyimpangan?
Lebih jauh, hingga saat ini pihak sekolah belum memberikan penjelasan rinci terkait:
A. Dasar hukum peminjaman fasilitas
B. Ada atau tidaknya biaya dalam praktik tersebut
C. Keterbukaan laporan dalam RKAS dan SPJ
Berpotensi Jadi Temuan Audit
Sejumlah kalangan menilai, jika tidak segera dijelaskan secara transparan, kondisi ini berpotensi menjadi temuan serius dalam audit.
Pengelolaan dana BOS memiliki aturan ketat, dan setiap ketidaksesuaian dapat berujung pada konsekuensi administratif hingga hukum.
Sorotan Publik Menguat
Kasus ini kini berkembang cepat dan menjadi perhatian publik. Kontradiksi antara besarnya dana yang dikelola dengan keterbatasan fasilitas di lapangan dinilai sebagai sinyal kuat perlunya pemeriksaan lebih lanjut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak SMPN 29 Bengkulu Utara belum membuka dokumen pendukung secara detail kepada publik.
Situasi Berkembang…
Tim masih menelusuri kemungkinan adanya keterkaitan antara pola penggunaan dana BOS dengan kondisi fasilitas sekolah saat ini.
Update lanjutan akan segera disampaikan. (R01)





