Bengkulu Utara, 20 September 2025 – Bupati Bengkulu Utara Arie Septia Adinata bergerak cepat merespons keluhan warga Desa Lebong Tandai, Kecamatan Napal Putih, pasca longsor yang menimbun jalur rel kereta molek hingga memutus akses utama ke desa tersebut. Dampak longsor membuat harga kebutuhan pokok di Lebong Tandai melonjak tajam.
“Proses pengerukan material longsor sudah berjalan. Tim penanggulangan bencana bekerja di lapangan untuk membuka kembali akses yang tertutup,” jelas Bupati Arie, Sabtu (20/9/2025).
Menurutnya, curah hujan tinggi yang mengguyur Bengkulu Utara dalam beberapa hari terakhir menjadi pemicu longsor besar yang menutup jalur rel. Untuk mempercepat pemulihan, tim penanggulangan bencana (BPBD) bersama perangkat daerah sudah berada di lokasi sejak beberapa hari lalu.
Bupati menambahkan, besok (Minggu, 21/9) akan diberangkatkan personel tambahan untuk memperkuat upaya pengerukan material longsor. Ia memastikan akses alternatif melalui jalan TMMD tetap bisa digunakan sementara oleh masyarakat untuk aktivitas harian.
“Kami berharap tim di lapangan dapat bekerja maksimal agar akses segera normal, distribusi bahan pokok lancar, dan harga kebutuhan masyarakat kembali stabil,” pungkas Bupati.(BM)





