BREAKING NEWS: Banjir dan Excavator Terseret Arus, Dugaan Perkebunan Ilegal Minta Diusut

oleh -440 Dilihat
oleh

BENGKULU UTARA, HR — Banjir deras yang melanda sejumlah kawasan di Kabupaten Bengkulu Utara, Minggu (27/9/2026), memunculkan sorotan terhadap kondisi lingkungan dan aktivitas pembukaan lahan di kawasan hulu Bukit Barisan.

Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan derasnya arus banjir bercampur material lumpur dan kayu. Dalam rekaman tersebut, sebuah alat berat jenis excavator berwarna kuning serta sejumlah kendaraan tampak berada di tengah arus dan genangan banjir.

Dugaan Perkebunan Ilegal minta Diusut

Di tengah kejadian tersebut, dugaan keberadaan perkebunan ilegal di kawasan hulu Bukit Barisan Bengkulu Utara kembali menjadi sorotan.

Jika memang terdapat aktivitas perkebunan atau pembukaan lahan tanpa legalitas yang dipersyaratkan, pemerintah dan aparat penegak hukum dinilai perlu melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.

Pemeriksaan dapat mencakup status kawasan, kepemilikan atau penguasaan lahan, perizinan perkebunan, penggunaan alat berat, hingga kepatuhan terhadap ketentuan perlindungan kawasan hutan dan lingkungan.

Faktor curah hujan, kondisi daerah aliran sungai (DAS), perubahan tutupan lahan, kondisi kawasan resapan serta faktor lingkungan lainnya juga perlu diperiksa untuk menentukan penyebab dan tingkat kontribusinya terhadap banjir.

Aparat dan pemerintah Daerah Diminta Turun ke Lapangan

Masyarakat meminta pemerintah dan aparat terkait tidak hanya fokus pada penanganan banjir, tetapi juga melakukan evaluasi terhadap kondisi kawasan hulu Bukit Barisan sebelum musibah yang lebih besar mengancam keselamatan warga Bengkulu utara

Jika ditemukan aktivitas perkebunan tanpa izin, pembukaan kawasan hutan secara ilegal, atau pelanggaran ketentuan lingkungan, maka penanganannya harus dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Sebaliknya, apabila hasil pemeriksaan menunjukkan tidak adanya pelanggaran, pemerintah juga perlu menyampaikan hasil verifikasi tersebut secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti banjir, identitas pemilik excavator, legalitas aktivitas di lokasi, serta dugaan perkebunan ilegal masih menunggu verifikasi lapangan dan keterangan resmi dari pihak berwenang.(R01)