Bengkulu Utara – Sorotan publik nasional mengarah ke Bengkulu Utara. Di tengah derasnya keluhan keterbatasan fasilitas olahraga di daerah lain, kabupaten yang dipimpin Bupati muda Arie Septia Adinata, SE., M.AP justru menyeruak dengan prestasi yang tak diduga: Tim Sawit Balap Babe84 resmi memastikan langkah ke Grand Final Kejurnas Grasstrack – Motocross di Magelang, Jawa Tengah.
Prestasi ini dianggap sebagai lonceng kebangkitan olahraga otomotif daerah, yang selama bertahun-tahun seolah tertidur tanpa polesan serius.
Ketua Tim sekaligus pemilik, Dhimas Tri, memastikan mereka siap mengguncang jalur tanah nasional dengan talenta asli Bengkulu Utara.
“Kami berangkat bukan untuk sekadar hadir. Kami membawa nama daerah, marwah putra-putri Bengkulu Utara,” tegas Dhimas, Sabtu (8/11).
Nama–nama yang Akan Bertarung di Arena Nasional
Pembalap Utama:
1. Andi Kurniawan (Andi Bocil) – kelas pemula
2. Enay Hobat – kelas wanita
3. Rila AG – kelas wanita
Keberhasilan dua pembalap perempuan sekaligus memecah dominasi joki laki-laki, menjadi daya tarik dan sorotan nasional.
Struktur Tim Sawit Balap Babe84 : Ketua Tim : Dhimas Tri, Manajer, Wahyudi, Sekretaris Keken, Mekanik Utama : Jhun CMRT, Mekanik Pendukung : Putra dan Crew: Dedek, Adit, Galih, Akbar, Dapi
Mereka akan membawa nama Region 1B Sumatera, Provinsi Bengkulu, dan Kabupaten Bengkulu Utara.
Dampak Kebijakan Olahraga Era Bupati Arie
Sejumlah pemerhati menyebut, prestasi ini bukan kebetulan. Di bawah pemerintahan Arie, ruang ekspresi bakat anak muda mulai dibuka. Potensi yang dulu terpendam, kini menyeruak ke pentas nasional.
Tokoh pemuda setempat bahkan menyebut ini sebagai “mutiara terpendam yang dibersihkan tangan kepemimpinan muda”.
Sinyal Keras Bengkulu Utara
Pengamat nasional menilai, bila konsisten, Bengkulu Utara berpotensi menjadi poros otomotif Sumatera karena Magelang adalah Arena Adu Mental, Grand Final Kejurnas bukan panggung percobaan. Di sana berkumpul: Tim elite, Joki berpengalaman, Mekanik berkualitas dan Crew berjam terbang tinggi
Namun Tim Sawit Balap Babe84 disebut tidak gentar.
“Kami turun dengan determinasi. Mental kami sudah teruji, bukan kemarin sore,” ujar Jhun, mekanik utama.
Momentum Kebangkitan
Publik menilai ini sebagai: ✅ bukti program pembinaan
✅ bukti keberanian generasi muda
✅ bukti konsistensi pemerintah daerah
Jika prestasi ini ditindaklanjuti dengan fasilitas, sponsor, dan perhatian media, otomatis Bengkulu Utara akan mendapat gaung nasional lebih besar.
Kini tinggal satu pertanyaan:
Apakah pemerintah provinsi Bengkulu akan turun menyokong?…………..Atau justru daerah lain akan mencuri kesempatan?
Grand Final Kejurnas menjadi arena pembuktian, bahwa anak daerah bisa menyalip raksasa nasional.
Redaksi akan mengawal perjalanan Tim Sawit Balap Babe84 hingga garis finish.(R01)





