BENGKULU,HR – Pernyataan Direktur PT Rodateknindo Purajaya, Purwanto, terkait polemik proyek jembatan Seluma dan jalan Padang Betuah–Perbo berbuntut panjang. Ketua Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Bengkulu, H. Suharto, merespons dengan sikap tegas: Komisi III DPRD akan turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak).

“Rabu minggu depan Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu turun sidak. Kita cek dulu jembatan Seluma, setelah itu baru jalan Padang Betuah–Perbo. Ini sudah saya bahas dengan rekan-rekan DPRD,” kata Suharto via WhatsApp, Selasa (21/4/2026).
Langkah ini disebut sebagai bentuk respons atas berbagai pernyataan pihak kontraktor yang sebelumnya mengaku menghadapi persoalan, termasuk soal anggaran dan teknis pekerjaan.
Namun, Suharto justru mempertanyakan dasar pelaksanaan proyek tersebut. Ia menegaskan, sebagai bagian dari Badan Anggaran (Banggar), dirinya tidak pernah mengetahui adanya penganggaran yang jelas.
“Saya memakai baju dewan bukan sekadar jabatan. Sebagai wakil rakyat Kami akan sidak proyek jembatan Seluma itu hari Rabu. Dan kami tidak akan pernah menganggarkan anggaran itu. Saya anggota Banggar, kenapa dikerjakan kalau anggarannya belum jelas?” tegasnya.
Pernyataan ini secara tidak langsung membantah narasi yang berkembang dari pihak pelaksana proyek, sekaligus memperkuat dugaan adanya persoalan serius dalam proses perencanaan dan penganggaran.
Tak berhenti di situ, Suharto juga melontarkan peringatan keras. Ia bahkan membuka kemungkinan membawa persoalan ini ke tingkat pusat jika ditemukan kejanggalan.
“Siapa suruh kerja? Saya sebagai Ketua DPD Gerindra akan laporkan berbagai kejanggalan ini ke ketua (Presiden) ini sudah merugikan masyarakat,” ujarnya.
Sidak yang dijadwalkan pekan depan diprediksi akan menjadi momen penting untuk menguji langsung klaim dari pihak kontraktor sekaligus menjawab keresahan publik atas proyek bernilai Rp67 miliar tersebut.
Publik kini menunggu, apakah hasil sidak akan memperjelas duduk persoalan, atau justru membuka fakta baru yang lebih mengejutkan. (R01)





