Dana BOS SMA 2 Bengkulu Diduga Tanpa Kontrol, Komite Tak Tahu, Kepsek Bungkam

oleh -277 Dilihat
oleh

BENGKULU,HR – Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMA 2 Bengkulu menjadi sorotan. Minimnya keterlibatan komite sekolah serta belum adanya klarifikasi dari kepala sekolah memunculkan dugaan lemahnya kontrol terhadap penggunaan dana publik tersebut.

Saat awak media mendatangi SMA 2 Bengkulu untuk melakukan konfirmasi terkait penggunaan dana BOS tahun anggaran 2023–2025, kepala sekolah tidak berhasil ditemui. Sejumlah guru menyebut kepala sekolah tidak berada di tempat saat jam kerja berlangsung.

Informasi serupa juga disampaikan oleh petugas keamanan sekolah. Ia mengungkapkan bahwa kepala sekolah telah beberapa hari tidak masuk.

“Kepsek sudah tiga hari tidak masuk. Mobil ada, tapi mobil itu dipinjam orang, baru dikembalikan,” ungkap satpam kepada awak media.

Di tengah belum adanya penjelasan resmi dari pihak sekolah, pernyataan Ketua Komite Sekolah berinisial TG justru memperkuat sorotan. Ia mengaku tidak mengetahui sama sekali terkait pengelolaan dana BOS di sekolah tersebut.

“Komite tidak mengetahui tentang dana BOS, kecuali dana lain pada saat dana komite masih berlaku dana yang tidak mengikat. Kalau sekarang, komite tidak lagi mengurus urusan sekolah, kecuali urusan internal antara guru dan siswa atau wali murid dengan sekolah. Dana BOS bukan urusan komite,” ungkap TG saat ditemui di kediamannya, Senin (20/4/2026).

Tak hanya itu, TG juga menyebut pihak komite tidak pernah dilibatkan dalam penyusunan dokumen penting seperti Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS).

“RKAS juga kami tidak tahu. Jumlah siswa sekitar seribu lebih, kalau jumlah keseluruhan dana BOS satu tahun saya tidak tahu, karena yang bertanggungjawab penuh dana BOS itu kepala sekolah, silahkan koordinasi dengan pihak sekolah langsung” tambahnya.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius terkait transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana BOS. Tidak dilibatkannya komite sekolah sebagai unsur pengawasan, ditambah belum adanya klarifikasi dari kepala sekolah, dinilai berpotensi membuat pengelolaan anggaran berjalan tanpa kontrol yang memadai.

Hingga berita ini diturunkan, pihak SMA 2 Bengkulu masih belum memberikan keterangan resmi. Media Harian Rakyat Online tetap membuka ruang hak jawab guna menjaga prinsip keberimbangan informasi sebelum publikasi lanjutan.(R01)