Bengkkulu Utara – Dugaan praktik jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara kian menguat dan menjadi perbincangan luas di tengah publik. Isu tersebut mengarah ke Dinas Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bengkulu Utara dan mencuat pasca gagalnya pelantikan salah satu Sekretaris Camat (Sekcam), yang diduga berkaitan dengan proses mutasi dan rotasi pejabat.
Seorang sumber yang enggan disebutkan identitasnya mengungkapkan bahwa isu jual beli jabatan telah lama santer beredar, khususnya pada jabatan strategis di tingkat sekretaris kecamatan.
“Santer berita dugaan jual beli jabatan itu. Bahkan di jabatan Sekcam kisarannya 10 sampai dengan 15 juta rupiah. Ada juga posisi jabatan yang sama akhirnya tetap dilantik,” ungkap sumber melalui sambungan telepon WhatsApp, Selasa (20/2026).
Menurut sumber, perbedaan nasib antara pejabat yang gagal dilantik dan mereka yang justru dilantik menimbulkan kecurigaan serius di internal Aparatur Sipil Negara (ASN) serta memantik pertanyaan publik terkait transparansi dan integritas proses mutasi.
Tak hanya itu, sumber juga menyoroti adanya indikasi pelantikan pejabat lain yang dinilai janggal dan diduga tidak sesuai agenda resmi mutasi.
“Ironisnya, ada indikasi jabatan sekretaris di salah satu dinas dan beberapa yang dilantik yang diduga nama sisipan masuk dalam daftar promosi mutasi dan rotasi. Padahal sebelumnya nama tersebut diduga tidak termasuk dalam agenda mutasi, alias sisipan,” jelasnya.
Sumber menegaskan, dugaan praktik tersebut diduga melibatkan oknum di lingkungan Dinas Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kabupaten Bengkulu Utara, serta berpotensi mencederai nama baik kepala daerah.
“Saya yakin Bupati Bengkulu Utara tidak mengetahui apa yang terjadi sebelum mutasi dan rotasi jabatan. Kalau ini tidak segera disampaikan dan diluruskan, dikhawatirkan nama Bupati Arie akan semakin tercoreng di mata publik,” tegasnya.
Lebih lanjut, sumber mengaku telah mengantongi nama-nama yang diduga kuat berkaitan dengan dinamika jual beli jabatan mutasi dan rotasi tersebut.
“Nama-nama yang diduga kuat bergejolak mutasi dan rotasi pejabat Bengkulu Utara sudah semakin santer jadi perbincangan saat ini,” tambahnya.
Saat ditanya lebih jauh mengenai identitas oknum di Dinas Kepegawaian dan Pengembangan SDM yang dimaksud, sumber belum bersedia membeberkannya.
“Nantilah, ini masih persiapan. Tapi saya yakin, persoalan ini pasti akan terbongkar,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Bengkulu Utara maupun Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Media ini masih berupaya mengonfirmasi pihak-pihak terkait guna memastikan keberimbangan informasi serta menjunjung asas praduga tak bersalah.(R01)





