Cacing di Sayur MBG SDN 089 Bengkulu Utara — Kepsek Akui, Ketua Yayasan Janji Evaluasi!

oleh -403 Dilihat
oleh

Bengkulu Utara— Kualitas makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bengkulu Utara kembali jadi sorotan tajam. Sejumlah siswa SDN 089 Bengkulu Utara dikabarkan menemukan cacing pada sayuran mentah yang disuplai oleh Dapur Satu Padang Jaya, penyuplai utama makanan siap saji di wilayah tersebut.

Kepala Sekolah SDN 089 Bengkulu Utara, Akbar Widodo, membenarkan kejadian itu saat dikonfirmasi Media Harian Rakyat Online, Selasa (21/10/2025).

“Iya, memang ada ditemukan pada lalap sayur dari Dapur Satu Padang Jaya sejenis cacing, Namun 98 persen nasi MBG tetap dinikmati oleh anak-anak sekolah,” jelasnya.

Akbar menambahkan, pihak Dapur Satu Padang Jaya telah mendatangi sekolah untuk menindaklanjuti temuan tersebut.

“Barusan pihak Dapur Satu Padang Jaya pulang, apa yang ada dalam pemberitaan itu benar,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Yayasan Dapur Satu Padang Jaya, Agus, mengakui pihaknya telah melakukan kunjungan ke sekolah sebagai bentuk tanggung jawab dan evaluasi internal terkait temuan siswa SDN 089 pada nasi siap saji program MBG.

“Waduh, ini yang aku belum dapat dari mereka. Yang jelas, ini akan menjadi pelajaran dan evaluasi untuk kami agar lebih baik ke depannya. Dengan adanya media sungguh sangat membantu, bang,” ungkap Agus kepada Rakyat Online.

Agus juga menegaskan bahwa pihak yayasan berkomitmen menjaga mutu makanan karena menyangkut reputasi lembaga yang ia pimpin.

“Kami dari yayasan pun ingin yang terbaik, karena ini menyangkut nama baik yayasan juga. Oke bang, terima kasih,” tambahnya.

Kasus ini menjadi catatan serius bagi pelaksana program Makan Bergizi Gratis di Bengkulu Utara. Publik berharap adanya langkah tegas dari Dinas Pendidikan untuk memperketat pengawasan terhadap seluruh dapur penyuplai, agar program yang seharusnya menyehatkan anak sekolah tidak justru menimbulkan keresahan hingga siswa/i temukan siput, ulat dan cacing di makanan siap saji.

Program MBG sendiri merupakan agenda nasional pemerintah dalam mendukung gizi, kesehatan, dan konsentrasi belajar siswa. Namun tanpa pengawasan dan komitmen mutu dari semua pihak, tujuan mulia tersebut bisa berbalik menjadi masalah yang mencoreng kepercayaan masyarakat.(BM)