BENGKULU UTARA – Jabatan Camat Marga Sakti Seblat (MMS) yang baru dilantik beberapa minggu lalu, kini mulai menuai sorotan tajam. Salah satu tokoh seni dan budaya adat Pekal sekaligus anggota Presidium pemekaran kecamatan, Dahrul Efendi, menilai kinerja camat baru tersebut berpotensi dievaluasi lebih cepat, yakni dalam kurun waktu empat hingga enam bulan ke depan.
Menurut Dahrul, terdapat dua persoalan mendasar di wilayah MMS yang menjadi tantangan serius bagi camat baru. Namun, ia memilih tidak mengungkapkan secara rinci kedua persoalan tersebut karena dinilai sensitif dan membutuhkan kajian mendalam.
“Ada dua masalah besar yang seharusnya menjadi prioritas. Jika tidak disikapi dengan cepat dan tepat, saya khawatir posisi camat bisa dievaluasi dalam waktu dekat,” ujar Dahrul Efendimelalui pesan singkat WhatsApp, Jumat (28/9/2025).
Dahrul menambahkan, wilayah MMS merupakan kawasan dengan karakter sosial dan adat yang kuat, sehingga pemimpin di tingkat kecamatan harus memahami dinamika budaya lokal serta mampu membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat adat Pekal.
“Camat bukan hanya pelaksana administrasi. Ia juga harus menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat adat. Jika tidak paham karakter wilayah, kebijakan bisa salah arah,” tambahnya.
Tantangan Kepemimpinan di Wilayah Perbatasan
Kecamatan Marga Sakti Seblat dikenal sebagai salah satu wilayah strategis di perbatasan Bengkulu Utara, dengan beragam potensi sekaligus persoalan sosial yang kompleks. Selain persoalan infrastruktur dan pemerataan pembangunan, faktor adat dan kepemilikan lahan sering menjadi pemicu gesekan di masyarakat.
Dahrul berharap pemerintah kabupaten dapat memantau secara ketat kinerja camat baru agar kebijakan pembangunan tidak hanya administratif, tetapi juga menyentuh kepentingan masyarakat secara langsung.
“Kami bukan ingin menjatuhkan, tapi mengingatkan. Pemimpin yang tidak memahami medan dan adat lokal akan kesulitan menjalankan amanah,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kecamatan Marga Sakti Seblat belum memberikan tanggapan terkait pernyataan Dahrul Efendi tersebut. Namun, isu evaluasi dini ini telah menjadi pembicaraan hangat di kalangan masyarakat setempat.(R01)





