BENGKULU UTARA – Event Organizer (EO) Barata Jaya selaku pelaksana Bengkulu Expo 2025 mengaku puas dengan jalannya penampilan seni dan budaya pada malam ke-7 di Alun-Alun Rajo Malim Paduko, Minggu (7/9/2025). Meski digelar tanpa dukungan donatur besar dan hanya mengandalkan biaya “ngamen” dari berbagai sumber kecil, gelaran tersebut tetap memukau penonton dan berhasil menarik perhatian masyarakat.
“Mulai dari seni tari, lagu daerah, hingga tarik suara, panitia panggung luar biasa. Semua itu sudah menutupi kekurangan yang ada,” ujar perwakilan EO Barata Jaya sembari memantau jalannya acara dari sisi panggung utama.
Barata tak menutupi kenyataan bahwa pagelaran kali ini penuh tantangan. Minimnya sponsor membuat tim EO harus bekerja ekstra untuk menutup biaya operasional. “Panjang jadi ular, pendek jadi kodok. Artinya, kalau anggarannya besar ya kita bikin acara meriah, kalau kecil ya kita tetap jalankan sebisanya. Yang penting semangat dan pesan acaranya sampai,” ungkap Barata dengan nada optimistis.
Mendorong UMKM Lokal
Barata menegaskan bahwa tujuan utama Bengkulu Expo tahun ini bukan hanya untuk memamerkan kekayaan seni dan budaya, tetapi juga mendorong partisipasi pelaku UMKM lokal. Melalui stan-stan pameran, pelaku usaha kecil menengah diberi kesempatan memperkenalkan produk unggulan mereka kepada pengunjung dari berbagai daerah.
“Kami ingin event ini menjadi wadah promosi, supaya UMKM di Bengkulu Utara punya pasar yang lebih luas. Kalau hanya mengandalkan penjualan harian, pertumbuhan mereka lambat. Tapi kalau ikut pameran seperti ini, mereka bisa tembus pasar baru,” jelasnya.
Ragam Penampilan Tetap Memikat
Meski keterbatasan anggaran menjadi kendala, EO Barata Jaya tetap berhasil menyuguhkan panggung yang sarat penampilan budaya. Lagu daerah Rejang, Batak, tarian Enggano, tarian Bali, dan kesenian dari berbagai daerah lain bergantian memeriahkan panggung. Penonton yang hadir pun memberikan tepuk tangan meriah di setiap penampilan.
Bahkan, rintik hujan yang turun menjelang malam tak menyurutkan antusiasme warga. “Rintik hujan justru membuat suasana jadi lebih syahdu,” kata salah seorang penonton sambil menikmati irama musik tradisional.
Dukungan Tokoh dan Harapan Positif
Acara juga dihadiri Bupati Bengkulu Utara, mantan bupati, serta sejumlah tokoh masyarakat. Kehadiran mereka menjadi dorongan moral bagi panitia yang bekerja keras sejak persiapan hingga malam ke-7.
Pihak EO berharap Bengkulu Expo di tahun-tahun berikutnya dapat memperoleh dukungan lebih baik, baik dari pemerintah daerah maupun pihak swasta. “Harapan kami, dengan atau tanpa donatur, semangat melestarikan budaya dan mendukung UMKM tidak boleh padam. Kalau ada dukungan, pasti kita bisa bikin lebih besar dan lebih indah lagi,” tutup Barata.(R01)





