BENGKULU UTARA – Malam grand opening Bengkulu Expo 2025 di Alun-Alun Rajo Malim Paduko, Sabtu (30/8/2025), menyuguhkan pemandangan kontras. Panggung utama berdiri megah dengan sorot lampu warna-warni, Namun di sisi lain, deretan tenda kerucut resmi tampak kosong dan gelap tanpa penerangan, menghadirkan kesan lesu di tengah pesta rakyat.

Pantauan awak media, pasar malam yang menempati area terdepan justru ramai oleh tenda konvensional dan pedagang musiman. Sementara tenda resmi EO CV. Barata Jaya sepi pengisi, meskipun acara ini digadang sebagai ajang promosi UMKM dan potensi daerah.

Seorang sumber dari asosiasi UMKM mengungkapkan, ratusan pelaku usaha hanya mendapat satu unit tenda kecil berukuran 5×6 meter untuk memajang produk yang mestinya delapan lokal.
“Asosiasi UMKM ini berjumlah 500 UMKM, tapi hanya segelintir produk yang bisa dipajang karena lokalnya cuma satu ukuran kecil, inipun setelah berdebat panjang,” ujarnya.
Ketua Panitia, Gulam Wahyudi, tak menampik adanya kekosongan tenda kerucut. Ia menyebut hal itu akibat perubahan skema penempatan dan distribusi tenda.
“Kekosongan tenda kerucut itu karena ada perubahan skema,” jelasnya.
Ironisnya, momen ini berlangsung bertepatan dengan perayaan HUT RI ke-80 yang dihadiri langsung oleh Bupati Bengkulu Utara. Mestinya ribuan warga memadati alun-alun untuk menikmati hiburan, tetapi tidak sedikit yang menyayangkan tenda-tenda resmi tanpa isi dan tanpa lampu penerangan.
Pasar malam gratis yang diduga memanfaatkan momentum HUT RI justru menjadi magnet utama pengunjung, sementara area pameran resmi terlihat tertinggal. Hingga berita ini diturunkan, panitia belum memberikan penjelasan rinci soal langkah mengisi kekosongan tenda dan mengatasi sorotan publik yang mulai mengemuka.(R01)





