BENGKULU UTARA – Menjelang grand opening Bengkulu Expo 2025 di Alun-Alun Rajo Malim Paduko, Sabtu (30/8/2025), deretan tenda telah berdiri megah. Namun, hingga H-1, banyak di antaranya masih kosong. Ketua Panitia Gulam Wahyudi mengakui kekosongan ini disebabkan belum adanya kesepakatan harga sewa antara pedagang dan pihak marketing event organizer (EO) CV. Barata Jaya.
“Besok panitia akan duduk bersama dengan pihak EO untuk membicarakan masalah harga tenda,” tegas Gulam kepada awak media, Jumat (29/8/2025).
Menurutnya, harga tenda yang ditawarkan saat ini terbilang tinggi bagi sebagian pelaku UMKM. Sewa tenda ukuran 6×5 meter dibanderol Rp6 juta, tenda 3×3 meter Rp5 juta, sementara tenda konvensional lebih terjangkau di kisaran Rp4 juta per lokal.
Gulam menambahkan, pendanaan acara ini masih minim dan menjadi tantangan tersendiri bagi panitia. Kegiatan ini sepenuhnya dibiayai secara mandiri tanpa dana APBD. Dana yang terkumpul berasal dari sumbangan berbagai pihak, termasuk kontribusi YantosSG sebesar Rp10 juta. Panitia juga mengajukan proposal dan kwitansi ke beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun pihak swasta yang bersedia membantu.
“Pendanaan masih minim, makanya kami berharap dukungan semua pihak agar acara ini berjalan maksimal,” ujar Gulam.
Ia menegaskan, tujuan utama penyelenggaraan Bengkulu Expo adalah untuk mengangkat nama baik Kabupaten Bengkulu Utara di kancah nasional.
“Acara ini bukan sekadar pameran, tapi bagian dari upaya membangkitkan semangat ekonomi daerah,” ujarnya.(R01)





