Bengkulu HR- Gelombang demonstrasi yang dilakukan oleh Mahasiswa Universitas Bengkulu semakin intens di depan Kantor DPRD Provinsi Bengkulu Rabu 21 hingga 23 Agustus 2024, Berujung Ricuh saat melancarkan kritik tajam terhadap rezim Joko Widodo, yang dianggap telah menerapkan politik dinasti di Indonesia.
Kericuhan tersebut berawal dari arogansi seorang Tenaga Honorer keamanan yang bekerja di kantor DPRD provinsi Bengkulu inisial (Yrs) yang telah melakukan kekerasan terhadap salah-satu mahasiswa UNIB (Yd)
Akibat kejadian tersebut (Yd) mengalami rasa sakit di Paha, leher ,kepala dan kaki akibat kekerasan fisik yang dilakukan oleh Oknum tenaga honorer (Yrs), akibat kejadian tersebut Seluruh mahasiswa UNIB berharap pelaku dapat diproses sesuai dengan hukum yang berlaku, karena dinilai sudah menciderai demokrasi, yang menghambat masyarakat mengungkapkan pendapat dimuka umum.
“Kami Berharap Oknum tenaga honorer (Yrs) diberhentikan dari tenaga honorer keamanan di kantor DPRD provinsi Bengkulu, karena tindakan Oknum tersebut kami nilai sudah menciderai demokrasi yang telah menghambat masyarakat mengungkapkan pendapat dimuka umum” Ungkap beberapa Mahasiswa UNIB Kepada Awak Media Harian Rakyat Online (24/8/2024).
Gabungan mahasiswa UNIB, memadati Kantor DPRD sebagai bentuk protes terhadap upaya revisi UU Pilkada, serta menolak keras politik dinasti Jokowi. Wakil presiden mahasiswa UNIB, Yoandha menyampaikan bahwa mereka sangat gusar terhadap kondisi demokrasi Indonesia saat ini.
Penulis : (TR)





