Bengkulu, HR– Suhu politik Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Bengkulu mulai menampakkan hawa politik yang memiliki kekuatan yang sama, indikator kinerja mulai bermunculan di antara dua kandidat yang kemungkinan akan head to head pada 27 Nopember 2024 mendatang, perkara Sekolah Dasar (SD) Negeri 62 kota Bengkulu dengan Ijazah Siswa/Siswi SMAN/SMKN Disinyalir menjadi bahan Komuditas politik.

Pasalnya, Vidio Siswi SMAN 06 yang beredar di media sosial Ucapkan terima kasih kepada Helmi Hasan Mantan Wali kota Bengkulu Menuai kritikan pedas dari kepala sekolah SMAN 06 kota Bengkulu (red.Eka Saputra) Dikutip dari Media Warta Global.id (01/8/2024).
“Berita yang beredar dan vidio yang viral tersebut tidak benar adanya,sekolah SMAN 6 menjadi korban dampak negatif dari berita yang tidak jelas kebenarannya sesuai fakta dan realita yang ada dilapangan.surat Edaran(SE) gubernur Prof. Dr. drh. H. Rohidin Mersyah, MMA. Sudah jelas bahwa setiap siswa tidak ada diberatkan dalam melakukan pengambilan ijazah diprovinsi bengkulu. Kami pun pihak sekolah tidak perna memberatkan ataupun melakukan penahanan ijazah,karena pengambilan ijazah itu geratis tanpa harus membayar segala macam.”ujarnya
Perkara, Sekolah Dasar (SD) Negeri 62 juga tidak terlepas dari sorotan di kancah politik, M. Diamin angkat bicara, “Yang harus dibahas itu Sekolah Dasar (SD) Negeri 62 kota Bengkulu di zamannya Helmi Hasan dan Dedi, Kasihan dengan anak2 sekolahnya jauh, bukannya persoalan ijazah yang diurus, Jangan sampai persoalan anak-anak ini menjadi Komuditas politik Dimata masyarakat” Ungkap M. Diamin Kepada Awak Media Harian Rakyat Online melalui pesan singkat WhatsApp (01/8/2024).
Penulis : R01





