Asik Membumikan Al-Qur’an, MTQ XXXVI BU, Disinyalir Lupa Aspek Spiritual 

oleh -222 Dilihat
oleh

Bengkulu Utara- Membumikan Al-Quran adalah mengaktualisasikan nilai-niali Al-Quran kedalam kehidupan masyarakat. Kadang kala dalam suatu event MTQ hanya  asyik membumikan tetapi melupakan aspek spritual Al-Quran itu sendiri, itu juga tidak akan membumikan, tetapi turun langsung masuk ke lumpur, sehingga menimbulkan malapetaka” pesan Wamenag 10 Tahun yang lalu, Prof. Dr. Nasaruddin Umar,

Introspeksi, Perjalanan MTQ dari masa ke masa dari tahun ke tahun, mestinya harus ada kontribusi yg riil di dalam pembinaan keagamaan kita, jangan hanya menampilkan MTQ atau STQ aspek-aspek kesemarakannya saja, tetapi harus berbading lurus dengan aspek penghayatan dan pendalaman makna Al-Quran, agar kegiatan MTQ atau STQ  mampu melangitkan kembali manusia” Lanjutnya 

Al-Quran itu diturunkan, Tambahnya “Sesunguhnya Al-Qur’an itu adalah surat undangan Allah SWT, karena kita dulu  di surga, lalu kita diusir turun ke bumi meningalkan surga kebahagiaan dilangit sana, kita jatuh kelembah penderitaan  di bumi ini” 

Dan  ukurannya apa? Menurut Wamenag, kriteria yang dijadikan alat ukur apakah Al-Quran membumi dan melangitkan manusia. Ada kriteria ditetapkan dari malaikat Jibril. Ketika Jibril menyampakan wahyu pertama ke pada Nabi Muhammad SAW, dan memerintahkan Iqra, Iqra, Iqra, dan Rasulullah menjawab maza ana biqori lalu Jibril melanjutkan Iqra Bismirabbikallazi kholak, dan seterusnya.

Pertanyaannya, Apakah MTQ tingkat provinsi yang ke-XXXVI di kabupaten Bengkulu Utara, berbading lurus dengan aspek penghayatan dan pendalaman makna Al-Quran, yang disinyalir lupa dengan aspek spritual Al-Quran itu sendiri, ataukah sekedar membumikan Al-Qur’an pada saat pembukaan acara MTQ yang penuh dengan kemeriahan lantaran anggaran yang begitu fantastis hingga milyaran rupiah, dengan kondisi yang begitu hening bersamaan dengan kursi kosong pada saat lomba berlangsung di Alun-alun Rajo Malim Paduko 7/6/2024?……… Tanya Masyarakat yang enggan disebutkan namanya, saat menikmati acara berlangsung.

Penulis : Lau