Data e-ppgbm BU di duga tidak sinkron dengan tingginya angka Stunting

oleh -194 Dilihat
oleh

Harian rakyat online – Ketegasan Pihak Kementrian Kesehatan menegaskan bahwa stunting merupakan ancaman utama terhadap kualitas masyarakat Indonesia. Bukan hanya mengganggu pertumbuhan fisik, anak-anak juga mengalami gangguan perkembangan otak yang akan mempengaruhi kemampuan dan prestasi mereka. Selain itu, anak yang menderita stunting akan memiliki riwayat kesehatan buruk karena daya tahan tubuh yang juga buruk. Stunting juga bisa menurun ke generasi berikutnya bila tidak ditangani dengan serius.

Dalam hal ini tentu, Pemerintah Pusat sudah melakukan berbagai upaya dalam penanganan stunting di berbagai provinsi kabupaten kota seluruh Indonesia. Tanpa terkecuali kabupaten Bengkulu Utara. Menurut Sumber data e-ppgbm Dinkes kabupaten Bengkulu Utara Tahun 2019: 10,53%, 2020: 8,93%,2021: 8,93% 2022 : 8,95% Data stunting beberapa tahun terakhir di kabupaten Bengkulu Utara, hal ini disampaikan oleh Kadis kesehatan Samsul Ma’arif,SKM,M.Kes. ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp kepada awak media Harian Rakyat Online.

” 2019: 10,53%, 2020: 8,93%, 2021: 8,93%, 2022: 8,95% Sumber Data e-ppgm Dinkes BU” jelas kepala Dinas kesehatan kabupaten Bengkulu Utara” Samsul Ma’arif,SKM,M.kes. Senin 21/8/2023.

Mengingat gencarnya pemerintah kabupaten Bengkulu Utara dan bahkan sampai merenggut anggaran dana desa di wajibkan untuk menganggarkan penanganan stunting hingga milyaran rupiah di 19 kecamatan 2015 Desa Tahun anggaran 2023. Namun dalam hal ini kepala Dinas kesehatan kabupaten Bengkulu Utara belum dapat memberikan suatu tanggapan progres persentase penanganan stunting 2023 yang saat ini lagi gencar penanganannya dan bahkan data stunting e-ppgbm Dinkes Bengkulu Utara terdapat suatu perbedaan dengan data prevalensi stunting tahun yang sama, sehingga diduga tidak sinkron.

Penulis : lau