Bengkulu Utara– Pasca Beredarnya isu Oknum KADES Bengkulu Utara inisial (AT) Chatting dengan anak gadis di bawah umur yang diduga kuat mempunyai tujuan tertentu, Oknum kades inisial AT perintah kadun satu untuk memanggil keluarga anak dibawah umur, dengan tujuan persoalan tersebut agar dapat di Mediasi secara kekeluargaan. Namun sayangnya mediasi tersebut tidak membuahkan hasil, lantaran pihak anak dibawah umur tidak terima dalil Oknum KADES yang terkesan menghindar dari perbuatan dan tuduhan yang mengancam psikis anak gadis yang masih belia tersebut.
Pasalnya, Tidak terima Chatting Oknum KADES orang tua dari anak gadis (julian.red) yang merasa terusik dengan tanggung jawab sebagai orang tua mengambil langkah persuasif terkait puluhan Chatting Oknum KADES karang anyar I kecamatan kota argamakmur kabupaten Bengkulu Utara inisial (AT) yang dinilai mempengaruhi masa depan anaknya yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMPN) Bengkulu Utara.
“Apa maksud dan tujuan pak Kades Chatting dengan anak saya, di tengah malam dan mempertanyakan berbagai hal, termasuk keberadaan orang tuanya anak gadis saya, seharusnya kepala Desa itu memberikan nilai-nilai yang positif terhadap warganya. Ini malah membuat kegaduhan, seakan-akan memberikan suatu perhatian terhadap anak gadis orang di tengah malam yang seolah-olah perhatian, saya tidak terima ini” jelas orang tua anak gadis melalui pamannya 9/2/2024. Melalui Via telpon.
Mediasi tertutup untuk Media, pukul 10:00.Wib kemarin pagi Selasa 9 Januari 2024, Mediasi persoalan tersebut di rumah Kepala Dusun I Desa karang anyar 1 kecamatan kota argamakmur kabupaten Bengkulu Utara, yang dihadiri langsung oleh Oknum kades inisial AT, Kepala dusun I dan beberapa perangkat Desa lainnya, dengan harapan dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Dalam acara tersebut, tertutup untuk peliputan Awak Media yang terkesan menutup-nutupi kejadian dan acara mediasi tersebut.
“Kemarin saya mencoba untuk mengikuti jalannya acara mediasi di antara kedua belah pihak, namun saya dilarang untuk mengambil photo dan gambar dan saya didorong keluar, pintu langsung tertutup untuk awak Media” jelas Warga karang Anyar satu kepada awak media
“Mediasi Kemarin pagi tidak membuahkan hasil, tadi malam persoalan ini langsung dibawak ke Mapolres Bengkulu Utara” jelas paman sang anak 10/1/2024.
Penulis : lau





