Pemkab BU” Sosialisasi PERDA 01 2023 Tentang LP2B

oleh -455 Dilihat
oleh

Harian Rakyat Online– Pemkab Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu melalui Dinas Tanaman pangan hortikultura dan Peternakan melaksanakan Sosialisasi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Kegiatan di Aula pertemuan kelurahan kemumu , Kecamatan Arma jaya, Selasa (21/11/2023) Acara tersebut dibuka dibuka Oleh Kepala Dinas Tanaman pangan hortikultura dan Peternakan kabupaten Bengkulu Utara KUASA BARUS,S.Pt. acara dihadiri Oleh Kejaksaan negeri Bengkulu Utara dan Kepala Bagian Hukum Sekdakab Bengkulu Utara.

Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) adalah bidang lahan yang ditetapkan untuk dilindungi dan dikembangkan secara konsisten guna menghasilkan pangan pokok bagi kemandirian, ketahanan, dan kedaulatan pangan nasional.

Kepala Dinas KUASA BARUS, mengatakan sektor pertanian mempunyai sumbangan yang sangat berarti dalam pembentukan produk domestik bruto, peningkatan devisa dan peningkatan kesejahteraan petani. 

“Sehingga pembangunan pertanian sebagai motor penggerak dan penyanggga perekonomian nasional,” ujarnya.

Dikatakan, lahan pertanian memiliki peran dan fungsi yang sangat strategis bagi masyarakat, khusunya masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian. 

“Dalam rangka pembangunan pertanian yang berkelanjutan, lahan merupakan sumber daya pokok dalam usaha pertanian, terutama pada kondisi usaha yang berbasis lahan,” katanya.

Dijelaskan, lahan merupakan SDA yang bersifat langka karena jumlahnya tidak bertambah, sedangkan kebutuhannya terus meningkat.

“Alih fungsi lahan pertanian merupakan salah satu ancaman terhadap ketahanan dan kedaulatan pangan,” jelas KUASA BARUS

Menurutnya, alih fungsi lahan mempunyai implikasi yang serius terhadap produksi pangan, lingkungan fisik serta kesejahteraan masyarakat pertanian dan pedesaan yang kehidupannya bergantung pada lahan.

Disebutkan, Luas lahan masuk dalam Perda LP2B Bengkulu Utara seluas 3.463,96Ha, untuk kecamatan Arma jaya seluas 518,48 Ha atau 14,97% dari luas sawah yang ada di kabupaten Bengkulu Utara.

Di mana jumlah tersebut semakin berkurang akibat dari masifnya alih fungsi lahan dari lahan pertanian dan pangan menjadi lahan untuk peruntukan lainnya.

Penulis : lau