Dinas TPHP BU, Rapat Koordinasi Tim Entri e-RDKK 2024

oleh -164 Dilihat
oleh

HARIAN RAKYAT ONLINE- Senin tanggal 8 November 2023, Dinas Tanaman Pangan hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kabupaten Bengkulu Utara mengadakan pertemuan koordinasi mengenai penginputan e-RDKK tentang penginputan data penerimaan pupuk bersubsidi untuk petani di tahun 2024 mendatang.

Acara tersebut untuk memenuhi surat Dirjen Prasarana dan sarana Pertanian Nomor B.335/RC.210/B/II/2023 Penginputan data dan ketuhanan pupuk subsidi Tahun Anggaran 2024. Data e-RDKK tahun 2023 terdata sebanyak 7.783 NIK untuk penginputan tahun 2024, data yang sudah terinput sampai dengan 5 Desember 2023 sebanyak 5.538 NIK sesuai dengan luas lahan yang sebenarnya.

Dalam penyusunan New-RDKK harus terintegrasi dengan NIK, luas lahan spasial, sesuai dosis pupuk rekomendasi, dan alokasi per petani. Subkor Pupuk dan Lahan DKPP Kabupaten Bengkulu Utara, memberitahukan kepada petugas kecamatan agar segera merekap usulan pupuk subsidi dan memperbarui data petani di masing-masing kecamatannya paling lambat awal bulan Desember, mengingat bahwa target Kementan tentang e-RDKK sampai Desember 2023 selesai.

KUASA BARUS juga mewanti-wanti untuk mengecek kembali NIK yang tidak valid untuk segera dilaksanakan padu-padan dengan dispendukcapil. Dan usulan rencana kebutuhan pupuk bersubsidi tahun 2024 terdapat 9 komoditi sesuai permentan 10 tahun 2022 sambil menunggu revisi, untuk kabupaten Bengkulu Utara antara lain : Padi, Jagung, Kedelai, Bawang Merah, Cabai, Tebu, kopi dan kakao.

KUASA BARUS juga menyampaikan 

“Sesuai dengan arahan Presiden, perubahan skema subsidi pupuk di tahun 2024 menjadi bantuan langsung yang akan disalurkan pada rekening perbankan atau dompet ditigal milik petani, seperti halnya PKH dan bantuan sosial. Untuk usulan kriteria petani penerima terdiri dari anggota kelompok tani, terdaftar dalam Regsosek, serta memiliki lahan maksimal 2 hektar bagi petani tanaman pangan dan 0,5 hektar maksimal bagi petani hortikultura. Namun, perubahan skema tersebut membutuhkan sokongan sistem dari hulu hingga hilir, sehingga kemungkinan tidak dapat langsung digunakan pada usulan pupuk bersubsidi tahun ini.” jelasnya.

Penulis : lau