SUHARTO MINTA BERTEMU, KETUM OMBB DESAK SANKSI! DPD GERINDRA DITANTANG TUNTASKAN POLEMIK VIDEO VCS

oleh -63 Dilihat
oleh

BENGKULU, HR — Polemik beredarnya video panggilan video bermuatan ketelanjangan (VCS) yang disebut-sebut menyeret nama seorang kader Partai Gerindra berinisial RC alias Koy, yang dikabarkan merupakan anggota DPRD Kabupaten Rejang Lebong, terus menjadi sorotan.

Kali ini, Ketua Umum Organisasi Masyarakat Bintang (OMBB), M. Diamin, angkat bicara dan mendesak Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Bengkulu, Suharto, M.B.A., agar tidak berhenti pada klarifikasi, tetapi mengambil langkah organisasi apabila ditemukan pelanggaran kode etik.

Sebelumnya, Suharto telah memberikan tanggapan kepada Harian Rakyat Online melalui pesan WhatsApp pada Selasa (3/11/2026).

“Kita temui dulu, Dik,” tulis Suharto.

Ketua DPD Gerindra Provinsi Bengkulu tersebut juga mempertanyakan apakah video yang dimaksud merupakan rekaman lama atau baru.

“Itu yang lama atau yang baru,” lanjutnya.

Dalam pesan berikutnya, Suharto menyampaikan:

“Itu udah di take dwan mas.”

Pernyataan tersebut menjadi respons awal Suharto atas konfirmasi media. Namun, belum menjelaskan secara terperinci apakah DPD Gerindra telah melakukan pemeriksaan internal atau memanggil pihak yang namanya disebut dalam polemik tersebut.

KETUM OMBB DESAK TINDAKAN TEGAS

Menanggapi respons tersebut, Ketua Umum OMBB, M. Diamin, mendesak Suharto agar segera memastikan persoalan ini ditangani melalui mekanisme internal partai.

“Kita mendesak Ketua DPD Gerindra Provinsi Bengkulu untuk segera mengambil sikap bagi kader Partai Gerindra yang melanggar kode etik. Apalagi sudah mendapat amanah dari masyarakat, terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Rejang Lebong (RC) alias Koy,” tegas M. Diamin.

Menurutnya, apabila dugaan tersebut benar berkaitan dengan kader yang dimaksud dan hasil pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran kode etik, partai harus mengambil tindakan sesuai ketentuan organisasi.

“Jika video itu benar kader Gerindra, itu patut diberi sanksi tegas, apalagi hal tersebut dapat mencederai nama besar Partai Gerindra yang saat ini ketua umumnya adalah Presiden RI Prabowo Subianto,” tegasnya.

DPD GERINDRA DITUNGGU KEJELASAN SIKAPNYA

Pernyataan Suharto yang meminta agar persoalan tersebut dibicarakan terlebih dahulu menjadi respons awal dari pimpinan partai di tingkat provinsi.

Sementara itu, OMBB meminta agar persoalan ini ditindaklanjuti secara serius melalui klarifikasi dan pemeriksaan internal, sehingga tidak menimbulkan spekulasi berkepanjangan di tengah masyarakat.

Publik kini menunggu kejelasan langkah DPD Gerindra Provinsi Bengkulu. Apakah pihak partai akan memanggil kader yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi? Apakah akan dilakukan pemeriksaan etik? Dan bagaimana keputusan organisasi apabila dugaan pelanggaran terbukti?

Redaksi tetap membuka ruang klarifikasi dan hak jawab seluas-luasnya kepada Suharto, M.B.A., ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Bengkulu.

HARIAN RAKYAT ONLINE — Mengawal Amanah, Mengungkap Fakta, dan Mengawasi Kekuasaan.(R01)