Skandal Oknum Kades Arma jaya: Istri dan Mertua Akui Banyak Korban, Kebun Hingga Uang Keluarga Ikut Raib

oleh -473 Dilihat
oleh

Bengkulu Utara – Kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang menyeret nama Kepala Desa di Kecamatan Arma jaya, Dahari alias Itok, semakin terungkap. Tidak hanya masyarakat yang menjadi korban, bahkan mertua dan istrinya sendiri turut dirugikan oleh ulah sang kades.

“Korban sudah banyak sekali, kami lepas tangan, silakan mau diapakan. Yang penting selamatkan anak saya dari persoalan tersebut,” ungkap mertua Dahari saat ditemui di kediamannya, September 2025.

Mertuanya mengaku, kebun pribadi yang ia rawat tiba-tiba dijual tanpa sepengetahuan. “Kebun saya sendiri dijualnya. Pagi saya semprot rumput, sore kebun sudah dijual. Tidak ada sejarahnya menantu dibelikan mobil di Desa Air Merah ini selain Dahari/Itok. Adek-adeknya juga dipinjamkan uang, tapi kalau ditagih malah marah dan bikin ribut,” kesalnya.

Istri Kades: “Aku Bingung, Uang Itu Dikemanakan”

Tak hanya mertua, sang istri pun mengaku ikut tertekan dengan kasus yang menjerat suaminya. Ia mengakui tak tahu menahu soal aliran uang yang dipinjam suaminya.

“Saya bingung dengan suami saya, uang itu dikemanakan. Kini aku pasrah saja,” ucap istri Dahari saat didatangi sejumlah korban.

Situasi bahkan pernah memanas hingga hampir terjadi keributan antara korban dan pihak keluarga. Dalam salah satu kasus, keluarga oknum kades akhirnya mengembalikan uang korban sebesar Rp50 juta untuk meredakan amarah.

“Waktu saya tagih utang itu, kades itok ngamuk lalu hampir terjadi keributan dirumahnya, akhirnya uang itu dikembalikan oleh keluarganya Rp. 50 juta malam harinya” Amir kades gunung selan (9/2025)

Sebelumnya, sejumlah warga mengaku ditipu dengan modus janji proyek dana desa, setoran modal usaha sawit, hingga penyetoran tandan buah segar (TBS). Diduga beberapa orang menjadi korban dengan total kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Nama-nama diduga telah menjadi korban penipuan (Rz) 30 juta (Ah) 30 juta (jb) 35 juta (As) 30 juta (Tm) 10 juta (Ir) 20 juta (Al) sisa 15 juta (Ya) 40 juta dan kemungkinan korban akan semakin bertambah.

“Ini kejahatan gaya baru, modal jabatan dan timbangan digital sawit. Kami berharap aparat penegak hukum segera bertindak,” kata korban.(R01)