BENGKULU TENGAH – Pengucuran anggaran sekitar Rp184 miliar dari APBD Provinsi Bengkulu Tahun Anggaran 2025 untuk pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Bengkulu Tengah kini menjadi perhatian publik.
Anggaran tersebut dialokasikan melalui Dinas PUPR Provinsi Bengkulu untuk empat ruas strategis, yakni:
1. Lubuk Sini – Lubuk Durian
2. Kelundang – Lubuk Unen
3. Simpang Keroya – Batas Kota
4. Padang Betuah – Perbo
Ruas Padang Betuah–Perbo belakangan menjadi sorotan menyusul laporan masyarakat yang mempertanyakan mutu pekerjaan, volume, serta pelaksanaan teknis di lapangan.
Warga Desak DPRD Turun Langsung
Masyarakat meminta anggota DPRD Provinsi Bengkulu dari dapil Bengkulu Utara–Bengkulu Tengah agar tidak hanya menerima laporan administratif, tetapi turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak).
Menurut warga, proyek yang bersumber dari uang rakyat wajib diawasi secara nyata demi menjamin kualitas dan mencegah potensi kerugian daerah.
Samsir Alam: Siap Sidak dan Koordinasi dengan Komisi III
Menanggapi desakan tersebut, anggota DPRD Provinsi Bengkulu dapil Bengkulu Utara–Bengkulu Tengah, Samsir Alam, menegaskan komitmennya untuk turun langsung ke lapangan.
Ia menyatakan akan segera melakukan sidak ke lokasi proyek Padang Betuah–Perbo guna memastikan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi dan kontrak.
“Kami akan turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi pekerjaan. Ini uang rakyat, jadi harus kita pastikan mutu dan kualitasnya sesuai,” tegas Samsir.
Tak hanya itu, ia juga menyampaikan akan berkoordinasi dengan Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu yang membidangi infrastruktur dan pembangunan untuk melakukan pengawasan secara kelembagaan.
Menurutnya, pengawasan tidak bisa dilakukan secara personal semata, tetapi harus melalui mekanisme komisi agar hasilnya objektif dan memiliki kekuatan rekomendasi.
“Saya akan koordinasi dengan Komisi III yang membidangi agar pengawasan dilakukan secara bersama-sama dan sesuai tupoksi DPRD,” ujarnya.
Fungsi Pengawasan DPRD Diuji
Samsir kembali menegaskan bahwa pembangunan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah provinsi terhadap daerahnya, dan ia mengapresiasi realisasi pembangunan tersebut.
“Saya selaku wakil masyarakat Bengkulu Utara dan Bengkulu Tengah mengucapkan ribuan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi yang sudah membangun di daerah kami.” Tambahnya
Namun ia mengingatkan, apresiasi tidak berarti mengabaikan fungsi pengawasan.
“Dari uang rakyat dan kembali kepada rakyat. Sama-sama kita jaga dan awasi untuk mutu serta kapasitas pengguna jalan jangan sampai over kapasitas,”
Dengan pernyataan tegas akan melakukan sidak dan koordinasi dengan Komisi III, publik kini menanti realisasi langkah tersebut. Proyek bernilai ratusan miliar rupiah itu pun berada dalam pengawasan ketat masyarakat.(R01)





