Bengkulu Utara — Proyek rehabilitasi gedung SD Negeri 168 Bengkulu Utara diduga bermasalah. Pantauan di lapangan, pekerjaan tampak terhenti total dan lokasi proyek kini dalam kondisi memprihatinkan. Tidak terlihat aktivitas pekerja, sementara material bangunan berserakan tak terurus.
Ironisnya, papan proyek tidak ditemukan di lokasi, padahal itu merupakan kewajiban agar masyarakat mengetahui sumber dan besaran dana kegiatan.
Seorang penjaga bahan bangunan yang ditemui Harian Rakyat Online, Kamis (23/10/2025), mengaku para tukang meninggalkan pekerjaan karena dana belum cair.
“Sudah empat hari tidak ada tukang datang. Katanya mereka berhenti dulu, tunggu pencairan dana. Terkait anggaran sekitar lima ratus juta,” ungkapnya.
Kondisi bangunan yang belum selesai kini justru dibiarkan terbuka, sebagian dinding dan atap tampak belum selesai dikerjakan, menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan lingkungan sekitar sekolah.
Lebih parah, sumber dana proyek tidak jelas — apakah berasal dari APBD, DAK, atau dana lainnya. Ketidakjelasan ini menimbulkan dugaan adanya pelanggaran terhadap prinsip transparansi publik sebagaimana diatur dalam Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan perubahannya tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kepala Sekolah SDN 168 Bengkulu Utara tidak memberikan jawaban, meski pesan telah terbaca dan panggilan telepon hanya berdering tanpa respons.
Masyarakat berharap Dinas Pendidikan dan Inspektorat Bengkulu Utara segera menindaklanjuti temuan ini. Proyek yang bersumber dari uang rakyat seharusnya dilaksanakan secara terbuka, bukan malah menimbulkan kecurigaan dan meninggalkan pekerjaan dalam kondisi mengenaskan dan kualitas pekerjaan pun diragukan.(BM)





