Pemdes Air Sebayur, Diduga PUNGLI Biaya Sertifikat PRONA 

oleh -220 Dilihat
oleh

Air Sebayur BU– Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) program dari Kementerian ATR/BPN yang membantu masyarakat membuat Sertifikat Tanah secara mudah dan murah, namun beredar informasi bahwa pembuatan Sertifikat Tanah lewat program yang telah dilaksanakan 2023 tahun lalu, yang telah dibagikan beberapa hari yang lalu diduga mencekik masyarakat untuk mendapatkan sertifikat PRONA hingga Rp 500 ribu per Persil, kejadian tersebut disampaikan oleh beberapa masyarakat yang merasa janggal dengan besaran angka tebusan sertifikat yang harus didapatkan hingga melebihi aturan 3 Menteri sesuai dengan kata gori wilayah Desa Air Sebayur kecamatan pinang Raya kabupaten Bengkulu Utara.

Pasalnya, Besaran angka tebusan sertifikat yang dibebankan oleh pihak pemerintah desa Air sebayur diduga tidak mengacu kepada keputusan 3 Menteri dalam program yang digagas oleh Kementerian ATR/BPN yang melibatkan Pemerintah Desa (Pemdes), serta diikuti oleh semua lapisan masyarakat. Akan tetapi ada beberapa biaya yang perlu dikeluarkan untuk program PTSL tersebut, dalam bentuk biaya sosialisasi, pengukuran, hingga penerbitan sertifikat tanah yang ditanggung oleh pemerintah lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Adapun biaya lain seperti pengurusan hingga perpajakan, tetap menjadi tanggungan pemohon, biaya PTSL 2023 yang harus ditanggung pemohon tidaklah lebih dari Rp 200.000. per Persil.

Namun lain halnya kejadian yang dilakukan Oleh Pemerintah Desa Air Sebayur diduga memberatkan masyarakat, sehingga menimbulkan dugaan pungutan liar (PUNGLI) karena 

Diduga kuat melabrak Keputusan Bersama (SKB) tiga Menteri (Menteri ATR/BPN, Mendagri, dan Menteri PDTT), dengan batas maksimal biaya PTSL dipatok mulai dari Rp150-45o ribu per Persil.

“Pak tolong datang ke Desa kami ini pak, dan tolong ekspos tebusan sertifikat PRONA yang melalui program PTSL di Desa kami ini pak dimintai tebusan oleh pemerintah Desa melalui Kepala dusun Rp 500.000. per Persil, ada yang bayar Rp 1 juta untuk dua Persil” jelas Warga Air Sebayur yang belum mau disebutkan namanya, melalui Via telpon WhatsApp 21/1/2024.

Sebelum berita ini diterbitkan, pihak pemerintah desa Air sebayur (Kepala Desa Haryono) belum memberikan suatu tanggapan ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp 21/1/2024.

Penulis : lau