Bengkulu Utara HR- Gelombang, arus, dan pasang surut laut yang merusak tanah di daerah pesisir pantai Seblat kecamatan Putri Hijau kabupaten Bengkulu Utara sepertinya berpotensi akan menjadi sorotan serius bagi para nelayan pesisir pantai Seblat.
Pasalnya, Perubahan iklim yang tidak menentu dan meningkatkan permukaan air laut dan Penurunan permukaan tanah yang diduga akibat pengaruh pengerukan kolam Dermaga PT. Titan tidak sesuai dengan aturan, Hal tersebut diungkapkan oleh ketua nelayan pesisir pantai Seblat
“Semenjak 4 tahun terakhir ini, garis pesisir pantai Seblat ini sudah terganggu terganggu keseimbangan yang boleh dikatakan berpotensi berdampak permanen pada sirkulasi pasang surut air laut” Ungkap Ketua Nelayan pesisir pantai Seblat Yantoni Kepada Awak Media (13/03/2025)
“Kami menduga penyebab kemunduran garis pantai yang besar ini, akibat pengerukan kolam Dermaga PT. Titan sewaktu-waktu itu dilakukan. Kondisi Pantai seblat saat ini sudah sangat memprihatinkan, pasir laut sudah tidak ada melainkan kerikil yang bermunculan” Tambahnya
“Persoalan ini sedang menjadi kajian kami sebagai nelayan, karena pengamat kami, Aktivitas Dermaga PT. Titan dapat mempengaruhi garis pantai yang diduga menyebabkan erosi maupun akumulasi sedimen” jelasnya
Sebelum berita ini diterbitkan, pihak manajemen Dermaga PT. Titan belum dapat dihubungi terkait keluhan para nelayan pesisir pantai Seblat kecamatan Putri Hijau kabupaten Bengkulu Utara 4 tahun terakhir.
Editor : R01





