Bengkulu Utara — Kejaksaan Negeri Bengkulu Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya bangsa melalui olahraga tradisional. Hal ini ditandai dengan digelarnya Kejuaraan Pencak Silat Adhyaksa Cup 2025 Kabupaten Bengkulu Utara, yang secara resmi dibuka oleh Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, S.E., M.AP, di Gedung Sahri Romli, Kamis (18/12/2025).

Kejuaraan yang diinisiasi oleh Kejaksaan Negeri Bengkulu Utara ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Adhyaksa, sekaligus wujud nyata peran kejaksaan yang tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum, tetapi juga berkontribusi dalam pembinaan generasi muda dan pelestarian nilai-nilai budaya bangsa.
Dalam sambutannya, Bupati Arie Septia Adinata menyampaikan ucapan Selamat Hari Adhyaksa serta apresiasi tinggi kepada Kejaksaan Negeri Bengkulu Utara atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Adhyaksa Cup merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang olahraga pencak silat.
“Saya mengucapkan Selamat Hari Adhyaksa. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Kejaksaan Negeri Kabupaten Bengkulu Utara. Saya merasa bangga dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas di bidang pencak silat,” ujar Bupati.
Bupati juga memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar menjunjung tinggi sportivitas serta menjadikan pencak silat sebagai sarana pembentukan karakter dan benteng diri dari pengaruh negatif.
“Selamat bertanding kepada adik-adik pecinta pencak silat. Jadikan olahraga ini sebagai wadah pembinaan mental dan karakter. Insyaallah ke depan akan semakin banyak lahir atlet-atlet berprestasi dari Bengkulu Utara,” tambahnya.
Lebih lanjut, Bupati berharap kejuaraan ini mampu melahirkan bibit-bibit unggul yang dapat mengharumkan nama Kabupaten Bengkulu Utara di tingkat provinsi maupun nasional.
Kejuaraan Pencak Silat Adhyaksa Cup 2025 diikuti oleh pesilat dari berbagai perguruan dan kategori usia se-Kabupaten Bengkulu Utara. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga diharapkan menjadi sarana pembinaan atlet berkelanjutan serta memperkuat sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga serta melestarikan budaya bangsa.(R01)





