Jembatan Air Nakai Lubuk Durian Bak Kain Rapuh, Tak Kunjung Dikerjakan

oleh -608 Dilihat
oleh

Bengkulu Utara – Harapan masyarakat Desa Lubuk Durian, Kecamatan Kerkap, Kabupaten Bengkulu Utara untuk menikmati akses jembatan yang layak tampaknya masih harus terpendam. Pasalnya Jembatan Air Nakai yang menjadi akses vital warga kini bagaikan kain rapuh—lapuk, potensi membahayakan pengendara, hingga saat ini belum juga disentuh pembangunan oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Kondisi ini memicu kekecewaan publik, terlebih info yang beredar salah satu Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Roger, telah menyuarakan aspirasi masyarakat dan mendesak agar pembangunan jembatan segera direalisasikan. Bahkan menurut informasi, awal bulan Juli 2025 mestinya pekerjaan jembatan itu sudah dimulai. Namun, fakta di lapangan berkata lain—belum ada tanda-tanda pengerjaan maupun peralatan proyek yang berada di lokasi tersebut.

“Kami bingung, katanya sudah dianggarkan awal bulan Juli akan mulai dikerjakan, tapi ini belum ada tanda-tanda apa pun. Sementara jembatan makin rusak. Apa dialihkan ke tempat lain anggarannya karena ini sudah di penghujung bulan Juli 2025?” ujar salah satu warga dengan nada kecewa (Ex)

Jembatan Air Nakai merupakan satu-satunya akses utama bagi warga menuju pusat kecamatan dan kelurahan, pasar, sekolah lintas kabupaten. Kondisi jembatan yang rusak berat bukan hanya menghambat aktivitas ekonomi, tetapi juga membahayakan nyawa warga yang setiap hari harus melintasinya.

Keterlambatan pembangunan jembatan ini memunculkan pertanyaan besar tentang komitmen dan kinerja Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam menindaklanjuti aspirasi rakyat yang telah disuarakan secara resmi melalui legislatif.

Tokoh masyarakat dan pemuda setempat pun mendesak agar Pemprov segera memberikan penjelasan terbuka. “Kalau memang ada kendala teknis, sampaikan. Jangan diam. Jangan sampai masyarakat merasa dibohongi oleh janji politik,” ujar salah seorang tokoh muda di Lubuk Durian.

Hingga berita ini ditulis, Dinas terkait pekerjaan umum Provinsi Bengkulu belum dapat dikonfirmasi mengenai penyebab keterlambatan pengerjaan Jembatan Air Nakai lubuk durian ataukah ada pengalihan anggaran ke proyek lain.

Masyarakat berharap agar proyek ini segera direalisasikan, mengingat urgensi dan potensi bahaya yang terus mengintai jika jembatan ini dibiarkan rusak lebih parah. (R01)