Janji Tinggal Janji, Istri Kades Air Merah Gagal Kembalikan Uang Korban

oleh -781 Dilihat
oleh

ARGA MAKMUR – Drama kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang menyeret Kepala Desa (Kades) Air Merah semakin berliku. Istri sang kades, berinisial Yi, yang sempat berjanji mengembalikan uang korban Rz, akhirnya tak mampu memenuhi ucapannya. Kesadaran bahwa sang suami terlilit utang besar dimana-mana membuat Yi pasrah, hanya bisa duduk terpaku dengan pandangan kosong.

Awalnya, Yi dan keluarganya sempat menghubungi korban lewat pesan singkat WhatsApp. Dalam chat yang dikirim pada 14 September 2024, Yi menulis:

“Assalamualaikum dang, keme gi lunguk keluarga klem, ade taci 30 juta, yo ukulak mulang ngen dang taci nakei tiak Dayat o Dio bentuk tanggung jawab ku dang.”ungkapnya

Pesan itu memberi secercah harapan, bahwa setidaknya ada itikad baik untuk mengembalikan uang korban. Namun, hingga kini uang korban tak kunjung kembali. Publik pun mulai bertanya, apakah janji itu benar-benar wujud tanggung jawab atau hanya modus untuk menenangkan korban.

Latar Belakang Kasus

Kasus ini bermula dari dugaan praktik penipuan dan penggelapan yang dilakukan oknum Kades Air Merah terhadap sejumlah mangsanya. Korban Rz bukan satu-satunya yang mengaku dirugikan. Dari keterangan keluarga dan istrinya, ada beberapa pihak lain yang juga merasa kehilangan aset dan uang akibat ulah sang kades.

Bahkan, dari penelusuran, utang yang menjerat kades disebut mencapai ratusan juta rupiah. Sejumlah aset keluarga, termasuk kebun, dikabarkan ikut terjual demi menutupi persoalan hutang.

Misteri Pengembalian Uang

Korban Rz mengaku kecewa. Ia sempat percaya dengan janji Yi yang disampaikan melalui pesan singkat, namun faktanya hingga kini tidak ada kejelasan.

“Awalnya saya tenang karena ada janji. Tapi sekarang jelas, itu hanya kata-kata. Uang saya belum kembali sepeserpun atau itu hanya sebagai modus ikut serta menjadi bagian dari pelaku,” ujar Rz dengan nada kecewa.

Masyarakat menilai, kasus ini menjadi cermin buruk tata kelola desa. Mereka mendesak agar aparat penegak hukum turun tangan, tidak hanya berhenti pada janji manis keluarga kades.

“Kalau tidak ada tindakan tegas, kasus seperti ini akan terus berulang. Janji bayar tapi tak kunjung ditepati, sementara korban makin banyak yang menderita,” ujar warga setempat.

Hingga berita ini diturunkan, nasib uang korban masih misteri. Apakah benar akan dikembalikan, atau hanya menjadi bagian dari daftar panjang janji kosong keluarga sang kades Dahari alias itok?…..(R01)