Ini Anggaran Itik Telur, Ketahanan Pangan Desa Taba Baru TA. 2024…!

oleh -389 Dilihat
oleh

Bengkulu Utara HR- Pasca Mencuatnya harga satuan dedak pakan itik telur program ketahanan pangan Desa Taba baru Kecamatan Lais kabupaten Bengkulu Utara, banyak masyarakat mempertanyakan kebenaran informasi tentang realisasi anggaran Dana tersebut, ini penjelasan pengelola itik telur (red.Jon Kanedi)

Penjelasan ini disampaikan agar tidak menimbulkan simpang siur informasi di kalangan masyarakat setempat, yang menjadi objek sasaran program ketahanan pangan Desa Taba baru Kecamatan Lais kabupaten Bengkulu Utara tahun anggaran 2024 yang disampaikan oleh pengelola Jon Kanedi kepada awak media saat dikonfirmasi di kediamannya (25/12/2024)

ANTARA LAIN :

(1) 150 Ekor itik Rp. 12. 750.000,-00. (Mati 6 Ekor) Katanya?….

(2) 39 zak dedak Rp. 4. 290.000,-00.

(3) 10 zak Konsentrat Rp. 5. 500.000,-00.
(4) Seng, papan, paku, waring, pancang diperkirakan Rp. 10.000.000,-00.
(5) Upah Rp. 4.000.000,-00.
(6) Honor pengelola Rp. 1.000.000,-00 per bulan Oktober November, Desember 2024.

Keterbukaan pengelola itik petelur program ketahanan pangan desa Taba baru cukup jelas agar diketahui oleh masyarakat umum, dengan jumlah anggaran Rp. 185.000.000,-00. (Seratus delapan puluh lima juta rupiah) 20% dari Dana transfer.

“Program ketahanan pangan ini betul dananya Rp. 185. 000.000,-00. Agar semuanya jelas dan program ini bertujuan untuk masyarakat Desa Taba baru tahun 2025, itupun kalau mesin penetas nya ada dan untuk tahun 2025 kalau tidak ada sewa lahan mungkin itik ini akan saya kembalikan ke desa karena kalau Saya tanam padi 3 kali satu tahun paling tidak saya dapat menyimpan uang 5-7 juta, kalau satu tahun paling tidak 15 juta” lanjutnya

Ketika disinggung terkait kesiapan pengembangan itik untuk tahun 2025, “Jujur kalau seperti ini polanya saya tidak sanggup, untuk mengurus kepentingan orang banyak. Saat ini yang baru produksi telur paling 15-20 ekor, itupun pakannya tidak boleh terputus dan hama di sini banyak, mulai dari biawak, ular, Stress dan yang lebih berbahayanya lagi anjing yang sering makan ternak” Tambahnya (Edisi masih berlanjut sesuai dengan perkembangan informasi lapangan)

Editor : R01