HEBOH! Siapa yang Lindungi YS? Sumber Sebut Kembang Mumpo, Kapus Bantah, Kadinkes “Nggak Ngeh” lalu Bungkam

oleh -323 Dilihat
oleh

SELUMA, HR — Polemik yang menyeret oknum ASN berinisial YS (Yunita Purnamasari) di Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, semakin melebar.

Bukan hanya soal isu dan materi video panas (Seksual Eksplisit) dengan seorang pria yang sebelumnya menjadi sorotan publik, kini muncul kontradiksi mengenai tempat tugas YS. Di tengah perbedaan informasi tersebut, respons jajaran Dinas Kesehatan Seluma juga ikut menjadi sorotan.

Informasi yang dihimpun awak media dari sumber menyebutkan bahwa YS bertugas di Puskesmas Kembang Mumpo.

Informasi tersebut kemudian dikonfirmasi kepada pihak terkait.

Namun, Kepala Puskesmas Kembang Mumpo Seluma, Yesi, memberikan jawaban berbeda.

“Maaf tidak ada staf Puskesmas Kembang Mumpo bernama tersebut,” ujar Yesi melalui pesan WhatsApp, Minggu (30/8/2026).

Tidak hanya membantah, Yesi juga menyebut informasi lain.

“Setau staf saya wanita itu bekerja di Puskesmas Ilir Talo,” lanjutnya.

Pernyataan tersebut sontak memunculkan pertanyaan baru.

Jika YS memang bukan staf Puskesmas Kembang Mumpo, lalu sebenarnya di mana yang bersangkutan bertugas?

Apakah di Puskesmas Ilir Talo sebagaimana disebut Kepala Puskesmas?

Atau justru informasi sumber yang menyebut YS bertugas di Puskesmas Kembang Mumpo yang benar?

Persoalan ini semestinya dapat dijelaskan dengan mudah melalui data resmi kepegawaian dan penempatan ASN yang dimiliki Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma.

Kadinkes Seluma: “Saya Nggak Ngeh Intinya”

Yang membuat persoalan semakin menarik, pada hari yang sama Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma, Sri Yulia Ningsih, S.ST, ketika dikonfirmasi awak media justru mempertanyakan identitas YS dan asal puskesmasnya.

“Siapa nama nya? dari puskesmas mana?” tulis Sri Yulia Ningsih.

Ia juga mempertanyakan maksud pemberitaan tersebut.

“Maksudny gmn ini berita nya pak?”

Bahkan setelah membaca pemberitaan yang dikirimkan awak media, Plt Kadinkes Seluma kembali menyampaikan:

“Saya baca berita nya kok gak ngeh inti ny ya?”

Pernyataan tersebut tentu mengundang tanda tanya.

Benarkah pimpinan Dinas Kesehatan Seluma belum mengetahui persoalan yang menyeret nama ASN di lingkungan kesehatan?

Jika belum mengetahui, mengapa tidak segera dilakukan klarifikasi internal untuk memastikan persoalan sebenarnya?

Ditanya Tindakan, Kadinkes Justru Bungkam Kali ini pertanyaannya lebih spesifik dan menyentuh tanggung jawab institusi.

“Mungkinkah yang bersangkutan akan dipanggil?”

Namun hingga berita ini diterbitkan, Plt Kadinkes Seluma belum memberikan tanggapan.

Sebelumnya, Plt Kadinkes mempertanyakan siapa YS dan dari puskesmas mana. Setelah informasi lebih lanjut diberikan, ia menyebut dirinya tidak memahami inti persoalan.

Namun ketika ditanya mengenai tindakan konkret Dinas Kesehatan dan kemungkinan pemanggilan YS, justru tidak ada jawaban.

Takut, Enggan Bertindak, atau Ada Pembiaran?

Rangkaian kejadian tersebut memunculkan sejumlah pertanyaan yang kini patut dijawab secara terbuka oleh Dinas Kesehatan Seluma.

Apakah Dinkes Seluma benar-benar belum mengetahui persoalan YS?

Apakah YS sudah pernah dipanggil dan dimintai klarifikasi?

Jika belum, mengapa belum ada tindakan?

Mungkinkah ada kekhawatiran tertentu sehingga pihak terkait enggan mengambil tindakan terhadap YS?

Atau jangan-jangan memang tidak ada langkah apa pun dan persoalan tersebut dibiarkan begitu saja?

Apalagi sebelumnya terdapat informasi mengenai pengakuan YS terkait video panas dengan seorang pria tersebut sudah ada setahun yang lalu, yang menjadi sorotan. Jika benar ada persoalan yang berkaitan dengan perilaku seorang ASN, semestinya pemerintah daerah memiliki mekanisme untuk melakukan klarifikasi dan menentukan apakah diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menjaga marwah institusi pemerintah Daerah kabupaten Seluma. 

Kini publik tidak hanya menunggu jawaban mengenai isu yang menyeret YS, Ada pertanyaan yang jauh lebih mendasar:

YS sebenarnya bertugas di mana?

Sumber menyebut Kembang Mumpo, Kepala Puskesmas membantah dan menyebut Ilir Talo dan Plt Kadinkes justru sebelumnya mempertanyakan dari puskesmas mana.

Maka, Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma mestinya mampu memberikan jawaban berdasarkan data resmi, bukan sekadar membiarkan informasi simpang siur berkembang di tengah masyarakat.

Publik juga menunggu kejelasan apakah YS akan dipanggil, diperiksa, atau setidaknya dimintai klarifikasi terkait isu yang telah menjadi perhatian.

Jangan sampai persoalan ini terus mengambang dan kemudian muncul persepsi bahwa ada pihak yang sengaja diam, ada yang enggan bertindak, atau bahkan ada dugaan pembiaran.

Sampai saat ini, semua pertanyaan tersebut masih terbuka.

Harian Rakyat Online masih memberikan ruang klarifikasi dan hak jawab kepada Plt Kadinkes Seluma Sri Yulia Ningsih, Kepala Puskesmas Kembang Mumpo, Kepala Puskesmas Ilir Talo, YS, serta pihak terkait lainnya.(Sel)