Dua Mega Proyek Rp67 Miliar Disorot, Ketua Komisi III DPRD Bengkulu Masih Bungkam!

oleh -76 Dilihat
oleh

Bengkulu,HR – Sorotan tajam publik terhadap dua Mega proyek infrastruktur bernilai besar di Provinsi Bengkulu hingga kini belum mendapat respons dari pimpinan Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu. Ketua Komisi III, Juhaili, terpantau belum memberikan tanggapan resmi.

Upaya konfirmasi yang dilakukan media sebelumnya hanya mendapat respons dari anggota Komisi III, Roger, SE. Namun, Roger memilih tidak memberikan pernyataan substantif dan mengarahkan agar pertanyaan disampaikan langsung kepada ketua komisi.

“Langsung dengan ketua komisi ajo kando.. dak enak aku yang beri tanggapan.. kando.. pak Juhaili kando,” ujarnya melalui pesan WhatsApp.

Hingga berita ini diterbitkan, konfirmasi yang ditujukan kepada Ketua Komisi III belum mendapat jawaban.

Sorotan publik mencuat setelah dua proyek yang dikerjakan PT Roda Teknindo Purajaya di Bengkulu Tengah dan Seluma diduga sama-sama bermasalah.

Proyek pembangunan Jalan Padang Betuah–Perbo senilai Rp51 miliar telah dipersoalkan sejak Januari 2026. Dugaan perubahan spesifikasi dari rabat beton menjadi material koral atau sirtu pada bahu jalan memicu kekhawatiran terkait kualitas pekerjaan dan potensi selisih anggaran.

Namun hingga kini, belum terlihat langkah terbuka dari Komisi III. Tidak ada inspeksi mendadak yang diumumkan. Tidak ada hasil audit teknis yang dipublikasikan. Tidak ada penjelasan resmi kepada publik.

Situasi semakin memanas setelah pada April 2026, proyek jembatan di Kabupaten Seluma senilai Rp16 miliar dilaporkan ambruk pada bagian oprit. Struktur kehilangan daya dukung akibat kondisi tanah penopang, menyebabkan jembatan tersebut tidak lagi dapat difungsikan.

Rangkaian dua peristiwa ini memperkuat desakan publik agar dilakukan pengusutan menyeluruh, baik terhadap pelaksana proyek maupun fungsi pengawasan legislatif.

Dengan total nilai proyek mencapai Rp67 miliar yang kini disorot, publik menilai tidak ada lagi alasan untuk bersikap pasif.

Namun hingga saat ini, di tengah tekanan yang terus menguat, pimpinan Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu masih belum memberikan jawaban. (R01)