BENGKULU UTARA, HR– Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis digital melalui Sistem Informasi Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkulu Utara (SILHARA) yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bengkulu Utara di Aula Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara, Selasa (30/6/2026).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Bengkulu Utara yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bengkulu Utara, H. Fitriyansyah, S.STP., M.M. Turut hadir Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkulu Utara, Parpen Siregar, S.TP., M.Si., tenaga ahli, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta perwakilan sejumlah perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Bengkulu Utara, di antaranya PT Bencoolen Bio Energi (BBS), PT Bengkulu Agro Sejahtera (BAS), PT Sandabi Indah Lestari (SIL) dan perusahaan lainnya. Kegiatan ini diikuti sebanyak 62 peserta.
Dalam sambutannya, Sekda H. Fitriyansyah menegaskan bahwa digitalisasi menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel. Menurutnya, keberadaan SILHARA akan menjadi instrumen strategis dalam menyediakan data lingkungan hidup yang akurat dan terintegrasi sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan daerah.
“Melalui SILHARA, pemerintah daerah memiliki sistem informasi yang mampu menghadirkan data lingkungan hidup secara akurat dan mudah diakses. Data yang valid menjadi kunci dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang berkelanjutan serta mendukung pelayanan publik yang semakin berkualitas,” ujar Fitriyansyah.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkulu Utara, Parpen Siregar, S.TP., M.Si., mengatakan bahwa Sistem Informasi Lingkungan Hidup kabupaten Bengkulu Utara (SILHARA) merupakan inovasi DLH untuk memperkuat pengelolaan data lingkungan hidup secara digital sekaligus meningkatkan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Melalui SILHARA, kami ingin memastikan seluruh data lingkungan hidup tersaji secara akurat, terintegrasi, dan mudah diakses. Sistem ini menjadi instrumen penting dalam mendukung pengawasan, pelaporan, serta pengambilan kebijakan yang berbasis data. Kami juga mengapresiasi kehadiran seluruh OPD, tenaga ahli, dan perwakilan perusahaan karena keberhasilan pengelolaan lingkungan hidup membutuhkan kolaborasi dari semua pihak,” ujar Parpen.
Ia menambahkan, keterlibatan dunia usaha dalam sosialisasi tersebut menunjukkan komitmen bersama untuk meningkatkan kepatuhan terhadap pengelolaan lingkungan hidup. Dengan sistem yang terintegrasi, proses pelaporan dan pengawasan lingkungan diharapkan menjadi lebih efektif, transparan, dan akuntabel.
“Kami berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan SILHARA secara optimal sehingga mampu mendukung pengelolaan lingkungan hidup yang lebih baik. Ini merupakan bagian dari dukungan DLH terhadap program Bupati dan Wakil Bupati Bengkulu Utara menuju Bengkulu Utara MAHABBAH, melalui pembangunan yang maju, hebat, berkelanjutan, dan tetap menjaga kelestarian lingkungan,” tutup Parpen.
Melalui sosialisasi ini, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara berharap SILHARA dapat menjadi pusat data lingkungan hidup yang modern dan terintegrasi, sehingga mampu mendukung pembangunan daerah yang berwawasan lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat.(Adv)





